Cara Menghitung Cash Flow dengan Rumus yang Benar Sebelum Investasi

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum melakukan investasi, penting untuk menghitung cash flow dalam waktu tertentu. Informasi cara menghitung cash flow, memakai rumus dan contoh perhitungannya mungkin dapat membantu pembisnis yang ingin mulai berinvestasi.
Mengutip dari www.nerdwallet.com, cash flow atau arus kas mengacu pada pendapatan seorang individu, atau perusahaan yang dikurangi pengeluaran selama periode waktu tertentu.
Cara Menghitung Cash Flow untuk Investasi
Cek informasi cara menghitung cash flow dari pendapatan dari bisnis yang sedang dijalankan seorang pembisnis atau pengusaha, beserta rumusnya untuk kerpeluan investasi.
1. Rumus Perhitungan Cash Flow
Sebagai pemula, pahami dulu tentang rumus perhitungan cash flow yang benar dan tepat, sehingga dapat digunakan untuk investasi. Terdapat dua cara menghitung cash flow, sebagai berikut:
Kas Masuk Bersih = Earning after tax (EAT) + Penyusutan
Rumus pertama, dipakai jika bisnis atau usaha dibiayai dengan modal sendiri, tanpa meminjam atau berhutang dari pihak lain.
Kas Masuk Bersih = Earning after tax (EAT) + Penyusutan + Bunga (1-tax)
Kedua, rumus ini dipakai apabila bisnis atau usaha yang dijalankan mendapat modal dari pinjaman pihak lain.
2. Cara Menyusun Cash Flow
Selanjutnya, dalam perlu dilakukan penyusunan cash flow yang baik terdiri dari:
Menentukan minimal uang.
Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran.
Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang untuk menutupi defisit kas.
Membayar kembali pinjaman dari pihak lain atau pihak ketiga.
Menyusun ulang keseluruhan penerimaan dan pengeluaran, setelah melakukan transaksi finansial dan total budget kas.
Dari kelima penyusunan cash flow, ada tiga hal paling utama yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
Cash-in flow, mengidentifikasi sumber-sumber dana yang akan diterima dan masuk ke dalam kas bisnis atau usaha, mulai dari jumlah pemasukan, utang, serta aktivitas jual beli yang bersifat kontinyu.
Cash-out flow, mengidentifikasi semua kas yang sudah dihitung untuk dikeluarkan, seperti pengeluaran dana dalam kebutuhan operasional bisnis, pembeliaan bahan baku, gaji karyawa, pembayaran utang pihak ketiga, dan pengeluaran lainnya.
Financing, merupakan pembiayaan untuk menunjukkan jumlah keseluruhan cash flow atau arus kas secara bersih (net) dan besarnya kebutuhan dana sesungguhnya jika terjadi defisit.
Baca Juga: 3 Cara Cek Paketan di J&T Express dan Kargo
3. Contoh Perhitungan Cash Flow
Diketahui:
Pendapatan = Rp 400.000.000
Total Cash-out flow = Rp 200.000.000
Biaya penyusutan = Rp 100.000.000
Laba sebelum pajak (EBT) = Rp 100.000.000
Pajak 50 % = Rp 50.000.000
Laba setelah pajak (EAT) = Rp 50.000.000
Jika dihitung memakai rumus cash flow yang pertama, sebagai berikut:
Cash flow = EAT + Penyusutan
Cash flow = Rp 50.000.000 + Rp 100.000.000
Cash Flow = Rp 150.000.000
Jadi, total cash flownya sebesar Rp 150.000.000
Demikian ulasan cara menghitung cash flow, penyusunan cash flow, rumus dan contoh perhitungan yang dapat dijadikan referensi sebelum mulai investasi selama menjalankan bisnis. (Fiqa)
