Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Gaji Bersih Karyawan dengan Benar

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Cara Menghitung Gaji Bersih, Foto Unsplash/Kelly Sikkema
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menghitung Gaji Bersih, Foto Unsplash/Kelly Sikkema

Cara menghitung gaji bersih karyawan dengan benar harus dipahami dan diketahui para owner atau pemilik bisnis. Pasalnya, sebagai pemilik bisnis, wajib memberikan gaji kepada karyawannya sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati.

Berdasarkan buku Tip Hukum Praktis, Masalah Seputar Bisnis, Redaksi RAS, (2009:172), gaji adalah bentuk balas jasa atau penghargaan yang diberikan secara teratur kepada seorang pegawai atas jasa dan hasil kerjanya.

Dalam menghitung gaji bersih karyawan terdapat beberapa komponen penting yang harus dipertimbangkan seperti gaji pokok, potongan, tunjangan, dan uang lembur.

Cara Menghitung Gaji Bersih Karyawan

Ilustrasi Cara Menghitung Gaji Bersih, Foto Unsplash/Kelly Sikkema

Mempelajari bagaimana cara untuk menghitung gaji bersih karyawan adalah hal penting guna memastikan gaji yang diberikan sesuai dalam kontrak kerja. Ketahui cara menghitung gaji bersih karyawan dengan benar melalui ulasan di bawah ini.

Umumnya, rumus yang digunakan untuk menghitung gaji bersih karyawan adalah

Gaji bersih = (Pendapatan rutin + Insidental) – (Potongan gaji)

Contoh Kasus

Cika adalah salah satu karyawan di perusahaan dengan gaji pokok sebesar Rp6.000.000 per bulan. Perusahaan tersebut memberikan tunjangan tetap kepada Cika sebesar Rp600.000 per bulan. Beruntung, bulan ini Cika memperoleh bonus penjualan sebesar Rp300.000.

Akan tetapi Cika harus mengeluarkan uang untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan Kesehatan sebesar Rp200.000 dan PPh Rp250.000. Berapakah gaji bersih yang akan diterima Cika bulan ini?

Penyelesaian Contoh Kasus

Pertama, buatlah rincian pendapatan Cika dan komponen pemotongan gaji terlebih dahulu.

  • Besar gaji pokok: Rp6.000.000

  • Tunjangan tetap: Rp600.000

  • Bonus bulan ini: Rp300.000

  • Iuran BPJS : Rp200.000

  • PPh: Rp250.000

Setelah itu, masukkan angka-angka tersebut ke dalam rumus penghitungan pendapatan bersih yang telah disebutkan di atas.

Gaji bersih = (pendapatan rutin + insidental) – (potongan gaji)

Gaji bersih = (Rp6.000.000 + Rp300.000 +Rp600.000) – (Rp200.000 + Rp250.000)

Gaji bersih = Rp6.900.000 – Rp450.000

Gaji bersih = Rp6.450.000

Jadi, Cika akan mendapatkan gaji bersih sebesar Rp6.450.000 bulan ini.

Demikianlah cara menghitung gaji bersih karyawan dengan benar. Pastikan untuk menghitung setiap bonus atau potongan karyawan agar gaji yang diberikan sesuai. (Adm)

Baca juga: 5 cara Menambah Penghasilan di Luar Gaji Tetap Karyawan