Cara Menghitung Growth Ratio dalam Bisnis

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Seorang pebisnis yang baik harus tahu cara menghitung growth ratio usaha yang dijalankan. Growth ratio adalah metrik yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan suatu bisnis dalam periode waktu tertentu.
Rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa cepat bisnis berkembang. Biasanya, perhitungan dilakukan berdasarkan pendapatan, laba bersih, atau metrik keuangan lainnya.
Cara Menghitung Growth Ratio bagi Pebisnis
Berdasarkan buku Analisis Laporan Keuangan, Sebagai Dasar Pengambil Keputusan Investasi Edisi Revisi, Prof. Dr. Sukmawati Sukamulja, (2022), growth ratio membantu bisnis menilai seberapa cepat mereka berkembang dalam hal pendapatan, laba, atau aset.
Mengetahui growth ratio penting bagi pemilik bisnis. Alasanya karena perhitungan rasio pertumbuhan ini dapat membantu dalam mengevaluasi kinerja bisnis dan merencanakan strategi jangka panjang.
Langkah-langkah cara menghitung growth ratio yang perlu dilakukan pebisnis, antara lain:
1. Tentukan Metrik Pertumbuhan yang Diukur
Pertama, tentukan aspek bisnis yang ingin diukur pertumbuhannya, seperti:
Pendapatan (Revenue): Pendapatan adalah ukuran yang paling umum digunakan.
Laba bersih (Net Profit): Ini mengukur seberapa cepat keuntungan perusahaan meningkat.
Jumlah pelanggan: Bisa diukur jika bisnis ingin melihat pertumbuhan dari basis pelanggan.
Contohnya akan menghitung growth ratio pendapatan bisnis.
2. Identifikasi Periode yang Akan Dibandingkan
Tentukan periode waktu yang ingin dibandingkan. Misalnya, bisa menghitung pertumbuhan dari tahun ke tahun (Year-over-Year), kuartal ke kuartal, atau bulan ke bulan.
Contohnya ingin menghitung pertumbuhan pendapatan dari tahun 2023 ke 2024.
3. Gunakan Rumus Growth Ratio
Rumus dasar untuk menghitung growth ratio adalah sebagai berikut.
Nilai saat ini - Nilai sebelumnya/Nilai sebelumnya x 100%
Nilai saat ini adalah angka pendapatan atau laba pada periode yang baru saja selesai (misalnya, 2024). Sedangkan nilai sebelumnya adalah angka pendapatan atau laba pada periode sebelumnya (misalnya, 2023).
4. Analisis Hasil
Hasil dari growth ratio memberi tahu seberapa besar pertumbuhan yang terjadi. Jika angka positif dan signifikan, itu menandakan bisnis tumbuh dengan baik. Jika pertumbuhan negatif (angka minus), itu bisa menjadi tanda bahwa ada penurunan dalam performa bisnis yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Cara Hitung Persentase Keuntungan Penjualan yang Paling Mudah
Growth ratio adalah alat yang sangat penting dalam menilai perkembangan bisnis. Dengan mengatahui cara menghitung growth ratio secara berkala, pebisnis bisa mengevaluasi seberapa efektif strategi bisnis yang telah dijalankan dan melakukan penyesuaian untuk mencapai pertumbuhan yang lebih baik. (DNR)
