Cara Menghitung Kehamilan dari Terakhir Haid dengan Benar

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kehamilan lazim dihitung dari hari terakhir haid. Hal ini disebut dengan pengecekan kehamilan Berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Bagi bunda, ada baiknya jika ingin mempelajari cara menghitung kehamilan dari hari terakhir haid dengan benar.
Seperti dikutip dari Aplikasi Pengetahuan Kehamilan Berbasis Android, Randitya, dkk. (2019:98) bahwa, pada dasarnya Usia kehamilan secara tradisional dapat diperkirakan dengan cara mengetahui hari pertama haid terakhir.
Manfaat Mengetahui Usia Kehamilan
Ada beberapa manfaat mengetahui usia kehamilan bagi bunda, yaitu:
Bisa memantau perkembangan janin saat hamil.
Bisa memperkirakan hari lahir
Bisa menjadwalkan pemeriksaan trismester kehamilan
Bermanfaat untuk memperkirakan berbagai faktor risiko setelah persalinan.
Cara Menghitung Kehamilan dari Terakhir Haid
Berikut ini cara menghitung kehamilan dari hari terakhir haid dengan benar :
1. Cara Hitung Usia Kehamilan dengan Rumus Parikh
Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengetahui usia kehamilan bisa dengan rumus Parikh. Rumus ini dihitung dengan menambahkan sembilan bulan mulai dari periode menstruasi terakhir, lalu dikurangi 21 hari dan tambahkan durasi siklus sebelumnya.
Rumus ini bisa juga digunakan untuk menghitung taksiran persalinan berdasarkan siklus menstruasi yang tidak teratur. Bahkan rumus Parikh menunjukkan cara untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi pada rumus Naegele.
2. Cara Menghitung Kehamilan dengan Rumus Naegele
Cara kedua ini merupakan cara yang banyak digunakan dalam menghitung usia kehamilan. Rumus ini digunakan untuk mengetahui usia kehamilan dan taksiran persalinan berdasarkan HPHT.
Rumus Naegle ini mengungkapkan bahwa kehamilan berlangsung selama 280 hari dan digunakan untuk wanita yang memiliki siklus menstruasi yang teratur.
Rumus Naegle ini akan dihitung berdasarkan asumsi bahwa usia kehamilan yang normal adalah 266 hari sejak ovulasi (38 minggu). Sehingga usia kehamilan menjadi 266 hari ditambah 14 hari: 280 hari.
Berikut ini cara menghitungnya :
Jika HPHT bunda jatuh pada pada bulan Januari hingga pertengahan bulan Maret (sebelum tanggal 25) maka rumusnya adalah: +7+9+0.
Jika HPHT jatuh pada hari lebih dari pertengahan Maret (di atas tanggal 25 Maret sampai akhir Desember), maka rumusnya +7-3+1.
Jika siklus menstruasi bunda kurang dari 28 hari, maka dikurangi jumlah hari dan tanggal taksiran persalinan.
Jika siklus menstruasi bunda lebih panjang dari 28 hari, maka ditambah dengan jumlah hari pada taksiran persalinan.
Cara diatas bisa menjadi alternatif penghitungan usia kehamilan bunda tanpa USG. Cara ini bisa bunda lakukan dirumah. Namun alangkah lebih baiknya tetap konsultasikan dengan dokter.
Baca juga : Cara Tes Kehamilan, Mudah dan Akurat
