Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Contohnya

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung laba rugi perusahaan dagang. Foto: Unsplash/Scott Graham
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung laba rugi perusahaan dagang. Foto: Unsplash/Scott Graham

Setiap perusahaan perlu menyusun laporan keuangan dalam mendukung operasional usahanya. Laporan keuangan juga tidak hanya keuntungan, namun laba rugi. Sehingga, cara menghitung laba rugi perusahaan dagang perlu untuk diketahui.

Hal ini dikarenakan laporan keuangan laba rugi memiliki fungsi penting terhadap perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui pendapatan dan beban perusahaan dari laporan keuangan tersebut.

Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan Dagang

Ilustrasi cara menghitung laba rugi perusahaan dagang. Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya

Dikutip dari buku Kuasai Detail Akuntansi Laba dan Rugi oleh Yayah Pudin Shatu (2016) laporan perhitungan laba rugi adalah laporan tentang hasil usaha perusahaan atau penghasilan dan biaya yang diakui perusahaan selama periode tertentu.

Sehingga, di dalam laporan keuangan laba rugi menjelaskan segala pendapatan yang diterima perusahaan dan pengeluaran untuk menjalankan operasional.

Jika setelah dilakukan perhitungan hasilnya pendapatan lebih besar dari pengeluaran maka perusahaan mendapatkan laba. Sebaliknya, jika jumlah pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan mengalami kerugian.

Laporan keuangan laba rugi di sebuah perusahaan memiliki beberapa tujuan, yakni:

  • Menetapkan besarnya pajak penghasilan.

  • Menilai keberhasilan dengan memperhitungkan tingkat profitabilitas.

  • Menilai laba perusahaan dengan membandingkan laba dengan laporan tahun lalu.

  • Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya biaya dan jenis komposisinya.

Terdapat dua cara mengitung laba rugi perusahaan dagang. Berikut penjelasannya.

1. Single Step

Laporan single step adalah semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, pendapatan luar usaha, dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian dipisahkan dengan jumlah semua jenis beban.

Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.

Format perhitungan pada single step adalah:

Penghasilan bersih = (pendapatan + keuntungan) - (beban + kerugian)

Contoh:

PT Suka Mulya Makmur

Laporan Rugi-Laba

Periode Januari-Desember Tahun 2024

Penjualan: Rp.1.500.000.000,-

Biaya-biaya: (Rp.1.250.000.000,-) (termasuk penyusutan Rp. 120.000)

Laba sebelum pajak Rp.250.000.000,-

Pajak (Rp.100.000.000,-)

Laba setelah pajak Rp.150.000.000,-

2. Multiple Step

Laporan pada multiple step adalah semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban.

Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.

Bentuk multiple step penyusunan laporan laba-rugi ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha, sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain.

Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri. Format perhitungan dari multiple step yakni:

Laba kotor = penjualan bersih - HPP

Pendapatan operasional = laba kotor - biaya operasional

Penghasilan bersih = penghasilan operasional + barang non operasional

Contoh dari laporan keuangan laba rugi multiple step sebagai berikut.

PT Media Dunia Pratama

Laporan Laba-Rugi

Periode Januari-Desember 2024

Penjualan: Rp1.240.000

Harga Pokok Penjualan: Rp570.000

Laba Kotor: Rp670.000

Biaya Operasi: Rp265.000

Earning Before Interest & Tax (EBIT): Rp405.000

Bunga: Rp75.000

Earning Before Tax (EBT): Rp330.000

Pajak 30%: Rp99.000

Earning After Tax (EAT): Rp231.000

Baca Juga: Cara Menghitung Laba Usaha untuk Pelaku Bisnis

Itulah penjelasan cara menghitung laba rugi perusahaan dagang. Dengan begitu ketika diminta membuat laporan keuangan laba rugi tidak lagi kesulitan dalam menyusunnya. (MZM)