Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan Dagang dan Contohnya

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perusahaan perlu menyusun laporan keuangan dalam mendukung operasional usahanya. Laporan keuangan juga tidak hanya keuntungan, namun laba rugi. Sehingga, cara menghitung laba rugi perusahaan dagang perlu untuk diketahui.
Hal ini dikarenakan laporan keuangan laba rugi memiliki fungsi penting terhadap perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat mengetahui pendapatan dan beban perusahaan dari laporan keuangan tersebut.
Cara Menghitung Laba Rugi Perusahaan Dagang
Dikutip dari buku Kuasai Detail Akuntansi Laba dan Rugi oleh Yayah Pudin Shatu (2016) laporan perhitungan laba rugi adalah laporan tentang hasil usaha perusahaan atau penghasilan dan biaya yang diakui perusahaan selama periode tertentu.
Sehingga, di dalam laporan keuangan laba rugi menjelaskan segala pendapatan yang diterima perusahaan dan pengeluaran untuk menjalankan operasional.
Jika setelah dilakukan perhitungan hasilnya pendapatan lebih besar dari pengeluaran maka perusahaan mendapatkan laba. Sebaliknya, jika jumlah pendapatan lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan maka perusahaan mengalami kerugian.
Laporan keuangan laba rugi di sebuah perusahaan memiliki beberapa tujuan, yakni:
Menetapkan besarnya pajak penghasilan.
Menilai keberhasilan dengan memperhitungkan tingkat profitabilitas.
Menilai laba perusahaan dengan membandingkan laba dengan laporan tahun lalu.
Menilai efisiensi perusahaan dengan melihat besarnya biaya dan jenis komposisinya.
Terdapat dua cara mengitung laba rugi perusahaan dagang. Berikut penjelasannya.
1. Single Step
Laporan single step adalah semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, pendapatan luar usaha, dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian dipisahkan dengan jumlah semua jenis beban.
Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
Format perhitungan pada single step adalah:
Penghasilan bersih = (pendapatan + keuntungan) - (beban + kerugian)
Contoh:
PT Suka Mulya Makmur
Laporan Rugi-Laba
Periode Januari-Desember Tahun 2024
Penjualan: Rp.1.500.000.000,-
Biaya-biaya: (Rp.1.250.000.000,-) (termasuk penyusutan Rp. 120.000)
Laba sebelum pajak Rp.250.000.000,-
Pajak (Rp.100.000.000,-)
Laba setelah pajak Rp.150.000.000,-
2. Multiple Step
Laporan pada multiple step adalah semua jenis pendapatan (pendapatan usaha, dan pendapatan luar usaha dan pendapatan lain-lain) disusun dan dijumlahkan dalam satu kelompok. Kemudian disisihkan dengan jumlah semua jenis beban.
Selisih jumlah pendapatan dengan jumlah beban merupakan saldo (sisa) laba atau saldo (sisa) rugi. Bentuk ini banyak digunakan dalam perusahaan jasa.
Bentuk multiple step penyusunan laporan laba-rugi ini disusun secara bertahap mulai dari kelompok pendapatan dan beban usaha, pendapatan luar usaha dan beban luar usaha, sampai dengan kelompok pendapatan lain-lain dan beban lain-lain.
Bentuk multi step ini banyak digunakan di perusahaan dagang atau perusahaan industri. Format perhitungan dari multiple step yakni:
Laba kotor = penjualan bersih - HPP
Pendapatan operasional = laba kotor - biaya operasional
Penghasilan bersih = penghasilan operasional + barang non operasional
Contoh dari laporan keuangan laba rugi multiple step sebagai berikut.
PT Media Dunia Pratama
Laporan Laba-Rugi
Periode Januari-Desember 2024
Penjualan: Rp1.240.000
Harga Pokok Penjualan: Rp570.000
Laba Kotor: Rp670.000
Biaya Operasi: Rp265.000
Earning Before Interest & Tax (EBIT): Rp405.000
Bunga: Rp75.000
Earning Before Tax (EBT): Rp330.000
Pajak 30%: Rp99.000
Earning After Tax (EAT): Rp231.000
Baca Juga: Cara Menghitung Laba Usaha untuk Pelaku Bisnis
Itulah penjelasan cara menghitung laba rugi perusahaan dagang. Dengan begitu ketika diminta membuat laporan keuangan laba rugi tidak lagi kesulitan dalam menyusunnya. (MZM)
