Cara Menghitung Persentase Bunga Pinjaman di Bank

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum mengajukan pinjaman ke bank, sebaiknya perlu untuk tahu bagaimana cara menghitung persentase bunga pinjaman di bank terlebih dahulu. Ini ditujukan agar bisa mempersiapkan dana untuk membayar tagihannya nanti.
Mengutip dari Mengenal Jenis-Jenis Suku Bunga Bank dalam situs sikapiuangmu.ojk.go.id, suku bunga bank diartikan sebagai balas jasa yang diberikan bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.
Pada umumnya, bank menggunakan bunga flat dan bunga efektif untuk dibebankan pada nasabah yang melakukan pinjaman. Kedua bunga tersebut memiliki cara menghitung persen yang berbeda.
Cara Menghitung Persentase Bunga Pinjaman
Berikut adalah dua cara menghitung persentase bunga pinjaman di bank.
1. Perhitungan Bunga Flat
Jenis bunga ini adalah jenis bunga yang paling umum diterapkan di mana pun, termasuk pinjaman bank. Cara menghitung persen bunga pinjaman bank dengan bunga flat cenderung lebih mudah dan lebih sederhana.
Bunga flat ini sering digunakan di kredit kendaraan bermotor dan pinjaman jenis lain yang tidak memiliki agunan.
Contoh:
Nasabah meminjam pada bank sebesar Rp480.000.000. Bunga yang dibebankan per tahunnya adalah 10%, dan nasabah memilih jangka waktu kredit pelunasan selama 12 bulan.
Jumlah pinjaman = Rp480.000.000 Bunga per tahun = 10% Tenor = 12 bulan
Jumlah cicilan per bulan = Rp480.000.000 : 12 bulan = Rp40.000.000 per bulan Jumlah bunga dari hitungan per tahun = (Rp480.000.000 x 10%) : 12 bulan = Rp4.000.000
Jadi, jumlah angsuran yang harus dibayarkan per bulan adalah Rp40.000.000 + Rp4.000.000 = Rp44.000.000 Besaran angsuran di atas akan berjumlah sama sampai waktu jatuh tempo, jadi perhitungannya tidak akan terlalu merepotkan.
2. Perhitungan Bunga Efektif
Perhitungan bunga efektif biasanya digunakan pada pinjaman jangka panjang. Contohnya pada kredit rumah atau kredit apartemen.
Jika bunga flat akan sama saja sampai waktu tempo, sebaliknya bunga efektif akan mengalami penurunan karena sistem perhitungannya yang berdasarkan jumlah sisa pinjaman pokok yang berubah.
Contoh:
Nasabah memiliki angsuran KPR sebesar Rp120.000.000 dengan tenor pinjaman 12 bulan. Bunga per tahun yang dibebankan adalah 10%.
Pinjaman pokok = Rp120.000.000 Tenor pinjaman = 12 bulan Suku bunga per tahun = 10% Besar cicilan pokok = Rp120.000.000 : 12 bulan = Rp10.000.000 per bulan
Perhitungan tagihan pinjaman bulan pertama: = Rp120.000.000 x 10% x (30/360) = Rp1.000.000 Tagihan yang harus dibayarkan = Rp10.000.000 + Rp1.000.000 = Rp11.000.000
Perhitungan tagihan pinjaman bulan ke 2: Sisa pinjaman pokok yang belum dibayar = Rp120 juta – Rp10 juta = Rp110 juta = Rp110 juta x 10% x (30/360) = Rp916.667
Tagihan yang harus dibayarkan = Rp10.000.000 + Rp916.667 = Rp10.916.667.
Tips menghitung persentase bunga pinjaman di bank di atas bisa dilakukan sendiri sebelum memutuskan akan mengajukan pinjaman bank yang mana. Pastikan produk pinjaman itu sesuai dengan kebutuhan. (hen)
Baca Juga: 2 Cara Menutup Kartu Kredit BNI dengan Aman
Frequently Asked Question Section
Apa itu suku bunga?

Apa itu suku bunga?
Suku bunga bank diartikan sebagai balas jasa yang diberikan bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya.
Apa itu bunga flat?

Apa itu bunga flat?
Bunga flat adalah jenis bunga yang paling umum diterapkan di mana pun, termasuk pinjaman bank. Bunga flat ini sering digunakan di kredit kendaraan bermotor dan pinjaman jenis lain yang tidak memiliki agunan.
