Cara Menghitung Zakat Fitrah Termudah

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi kalian yang ingin memberikan zakat fitrah tahun ini namun belum mengetahui cara menghitung zakat fitrah, yuk simak artikel berikut karena kalian akan mendapatkan jawabannya.
Zakat sendiri terdiri dari berbagai jenis, namun yang akan dibahas dalam artikel ini khususnya adalah zakat fitrah, yang ternyata mudah sekali perhitungannya.
Cara Menghitung Zakat Fitrah yang Paling Mudah
Berdasarkan informasi yang diambil dari buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif, Nanda Hidayati (2020:174), inilah kumpulan panduan mengenai zakat:
Firman Allah dalam Q.S At Taubah ayat 60 yang menjelaskan mengenai zakat:
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Jadi dapat dikatakan terdapat 8 golongan orang yang menerima zakat, yaitu:
Fakir: yang tidak memiliki apa-apa dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
Miskin: memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
Amil: mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Mu’allaf: mereka yang baru masuk Islam
Hamba sahaya: budak yang ingin memerdekakan dirinya
Gharimin: mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup.
Fisabilillah: mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad, dll.
Ibnus Sabil: mereka yang kehabisan biaya dalam perjalanannya taat kepada Allah.
Untuk dapat menghitung zakat fitrah, caranya mudah sekali. Karena jumlah zakat fitrah sama setiap orang, tidak diperlukan perhitungan khusus bagi tiap individu. Zakat fitrah sendiri merupakan bahan makanan pokok yang sesuai dengan makanan sehari-hari si pemberi zakat.
Misalnya, di Indonesia banyak orang mengonsumsi beras sebagai menu utama, maka beras merupakan media zakat fitrah di Indonesia.
Perhitungannya adalah setiap kepala, baik itu bayi yang baru lahir hingga orang tua harus memberikan 3,5 liter atau sekitar 2,5 kg beras. Apabila ingin dikonversi menjadi uang, maka harus diberikan sesuai harga dari 2,5 kg beras tersebut.
Baca Juga: 4 Cara Menghitung Pembagian Bersusun atau Porogapit
Kemudian, penyalur zakat (amil) akan membelikan beras tersebut secara kolektif, hingga nanti dibagikan pada orang yang membutuhkan. Apabila diperlukan, biasanya lembaga amil zakat akan meminta beras seberat 2,5 kg atau uang senilai tersebut agar tidak terjadi kekurangan jumlah zakat per individunya.
Mudah sekali bukan, cara menghitung zakat fitrah? (Ester)
