Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi sesuai Usia

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Selain berat dan tinggi badan, ukuran kepala bayi juga menjadi patokan untuk mengukur seberapa baik pertumbuhan anak. Untuk itu, orang tua perlu mengetahui cara mengukur lingkar kepala bayi.
Tujuan dari pengukuran lingkar kepala anak adalah untuk mengetahui apakah kepala anak dalam batas normal atau di luar batas normal. Sehingga pengukuran bisa disesuaikan dengan usia anak.
Umumnya, bayi berusia 0-11 bulan pengukurannya dilakukan setiap tiga bulan. Lalu, pada anak usia 12-72 bulan dilakukan pengukuran setiap enam bulan. Pengukuran ini bisa dilakukan hingga anak berusia 3 tahun, karena setelah itu pertumbuhan kepala anak akan lebih lambat.
Cara Mengukur Lingkar Kepala Bayi dengan Benar Berdasarkan Umur
Pengukuran lingkar kepala bayi bisa dilakukan oleh tenaga ahli seperti perawat, bidan, atau dokter. Dikutip dari buku Pertumbuhan dan Perkembangan Anak: Bayi, Balita, dan Usia Prasekolah, Izattul Azijah, (2020:65), inilah cara mengukur lingkar kepala bayi yang disesuaikan dengan usianya.
Alat:
Grafik lingkar kepala
Meteran
Cara Mengukur:
Pertama, tanyakan usia bayi kepada orang tua.
Setelah mengetahui usia bayi, mulailah mengukur kepala bayi dengan melingkarkan pita meteran ke kepala bayi melewati dahi, di atas alis mata, di atas kedua telinga, dan bagian belakang kepala yang menonjol.
Baca angka pada pertemuan dengan angka yang ada di meteran.
Kemudian, hasil pengukuran tersebut bisa dihitung pada grafik lingkar kepala berdasarkan umur dan jenis kelamin anak.
Interpretasi:
Jika ukuran lingkaran kepala bayi berada di dalam “jalur hijau”, maka lingkar kepala bayi termasuk normal.
Bila ukuran lingkaran bayi berada di luar “jalur hijau”, maka lingkaran kepala anak tidak normal.
Ukuran lingkar kepala yang normal pada bayi laki-laki adalah sekitar 32-38 cm. Sementara pada bayi perempuan sekitar 31-37 cm.
Bayi dinilai mengalami mikrosefali atau kepala kecil jika lingkar kepala di bawah -2 SD yang disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat, infeksi tetanus, rubella, ataupun herpes (TORCH).
Bayi dinilai mengalami makrosefal jika lingkar kepala di atas +2 SD yang menandakan adanya hidrosefalus yaitu penumpukan cairan otak yang dapat disebabkan oleh berbagai macam hal.
Baca juga: Cara Membaca Hasil USG Jenis Kelamin Bayi
Cara mengukur lingkar kepala bayi perlu diketahui orang tua sehingga bisa melakukan pengukuran saat konsultasi kesehatan. Pastikan juga untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak, agar bisa tumbuh dengan baik sesuai usianya. (PRI)
