Konten dari Pengguna

Cara Menjadi Diplomat, Harus Kuliah Jurusan Apa?

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menjadi Diplomat, Foto: Pexels/Agustus de Richelieu
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menjadi Diplomat, Foto: Pexels/Agustus de Richelieu

Tugas diplomat tidak hanya menjadi penghubung komunikasi antar negara. Jika ingin menjadi diplomat, maka ketahui cara menjadi diplomat dan jurusan kuliah yang harus dipilih.

Mengutip dari Perlu Dipersiapan Sejak Dini untuk Menjadi Diplomat, dalam situs uii.ac.id, sebelum memilih diplomat negara sebagai profesi, mahasiswa juga harus memiliki alasan mengapa diplomat menjadi profesi yang hendak ia pilih.

Cara Menjadi Diplomat dan Jurusan Kuliah yang Bisa Dipilih

Ilustrasi Cara Menjadi Diplomat, Foto: Pexels/RDNE Stock project

Jika tertarik menjadi diplomat, berikut adalah tata cara menjadi diplomat dan jurusan kuliah yang harus dipilih:

1. Hubungan Internasional

Jurusan Hubungan Internasional menjadi jurusan yang paling terkenal untuk prospek kerja di luar negeri guna mengerjakan tugas politis suatu negara.

Tidak heran, karena di jurusan ini bisa belajar berbagai hal kritis untuk menyikapi keadaan politis seluruh negara di dunia. Jadi, Hubungan Internasional bisa menjadi jurusan pilihan jika ingin menjadi seorang diplomat.

2. Komunikasi

Menjadi diplomat adalah hal yang membanggakan. Bisa berkomunikasi dengan mewakili negara asal guna menjaga hubungan baik dengan organisasi dunia atau negara lain.

Tak ayal, profesi ini membutuhkan pemikiran kritis dan strategis dalam tingkat komunikasi lanjut. Jadi, jurusan komunikasi, baik itu Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat, ataupun Manajemen Komunikasi bisa menjadi alternatif jurusan yang bisa kamu pilih.

3. Ilmu Ekonomi

Diplomat juga harus mengetahui kondisi ekonomi suatu negara dan pengelolaannya. Mahasiswa Ilmu Ekonomi akan mempelajari hal tersebut.

Diplomat merupakan seseorang yang melakukan diplomasi sebagai perwakilan suatu negara dengan negara-negara lain atau dalam organisasi-organisasi internasional.

Persyaratan minimum untuk menjadi seorang diplomat adalah memiliki gelar sarjana. Alih-alih sekadar ilmu dari bangku kuliah, integritas dan karakter yang kuat lebih menentukan kemajuan karir seorang diplomat.

Selain itu, penguasaan bahasa merupakan poin penting dalam menjalankan pekerjaan diplomat. Lulus seleksi ujian adalah cara menjadi diplomat di Kementerian Luar Negeri.

Secara garis besar, tahapan ujian yang harus dilalui mencakup tes Bahasa Inggris, pengetahuan umum, wawasan kebangsaan, kemudian diikuti dengan tes psikologi, dan terakhir berupa ujian lisan Bahasa Inggris serta pengetahuan umum.

Setelah lulus seluruh tahapan seleksi tersebut, maka dapat mengikuti pendidikan internal selama satu tahun yang disebut dengan Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu).

Cara menjadi diplomat muda adalah dengan lulus Sekdilu dan memperoleh gelar diplomatik Atase (Diplomat Ahli Pertama).

Penempatan tugas seorang Atase, entah di salah satu unit Kementerian Luar Negeri atau negara tertentu di luar negeri, ditentukan dari prestasi akademik selama mengikuti pendidikan Sekdilu.

Setelah penempatan pertama di luar negeri, sebagai seorang diplomat Indonesia, haruslah mengikuti pendidikan internal berikutnya, yaitu Sekolah Dinas Luar Negeri Tingkat Madya (Sesdilu).

Sebelum mengikuti Sesdilu, pastikan dulu skor TOELF mencapai minimal 550. Lulus dari Sesdilu Madya, maka akan berpeluang mencapai gelar diplomatik hingga Counselor.

Setelah penempatan kedua di luar negeri, sebagai diplomat senior (Diplomat Ahli Madya), maka selanjutnya dapat mengikuti pendidikan tingkat terakhir, yaitu Sekolah Staf dan Pimpinan Luar Negeri (Sesparlu).

Sebagai pendidikan tingkat akhir diplomat Indonesia, persyaratan masuk dan kriteria kelulusan Sesparlu tak bisa dikata mudah. Namun, setelah lulus Sesparlu bisa berkesempatan menjadi kepala perwakilan dengan gelar Duta Besar (Diplomat Ahli Utama).

Dan juga akan memiliki jabatan sebagai Pejabat Eselon I di Kementerian Luar Negeri. Demikianlah tata cara menjadi diplomat dan jurusan kuliah yang harus dipilih. (IF)

Baca juga: 6 Cara Mendaftar Jadi Guru di Sekolah Swasta