Cara Menuliskan Kutipan Tidak Langsung dan Langsung

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengutip merupakan salah satu modal utama dalam menulis, khususnya menulis karya ilmiah seperti skripsi, tesis, ataupun disertasi.
Kutipan terbagi dalam dua jenis yaitu, kutipan tidak langsung dan kutipan langsung. Cara menuliskan kutipan tidak langsung dan langsung tentunya memiliki perbedaan.
Dikutip dari buku Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan, tulisan Widjono (2007: 71) menjelaskan bahwa kutipan merupakan salinan kalimat, paragraf ataupun pendapat dari penulis atau orang yang terkenal karena keahliannya, baik terdapat dalam buku, jurnal, media cetak, ataupun media elektronik.
Cara Menuliskan Kutipan Tidak Langsung
Cara menulis kutipan tidak langsung sebenarnya mudah, hal tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Melakukan Parafrase
Parafrase merupakan metode untuk menulis ulang suatu kalimat atau paragraf tanpa menghilangkan isi maupun makna yang terkandung dalam teks, dalam hal ini misalnya sumber kutipan.
2. Merangkum
Cara kedua dalam menulis kutipan tidak langsung adalah dengan merangkum.
Merangkum pada dasarnya adalah mengambil poin-poin penting dalam pernyataan untuk kembali ditulis ulang dengan lebih ringkas. Adapun contoh merujuk kutipan tidak langsung sebagai berikut:
Nama penulis disebut terpadu dalam teks, sebagai contoh:
Salimin (2003: 13) tidak menduga bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
Nama penulis ditulis dalam kurung bersama dengan tahun penerbitnya, sebagai contoh:
Mahasiswa tahun ketiga ternyata lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 20014: 13).
Cara Menulis Kutipan Langsung
Kutipan langsung terbagi dalam dua jenis penulisan, yaitu kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek. Keduanya memiliki perbedaan dan format penulisan yang berbeda, seperti berikut ini:
1. Penulisan Kutipan Langsung Panjang
Spasi berbentuk spasi tunggal.
Kutipan tidak disatukan ke dalam teks, melainkan ditulis secara terpisah.
Penulisan kutipan tidak menggunakan tanda petik.
Sumber kutipan cukup dengan menyebutkan nama pengarang, tahun terbit, dan halaman bila diperlukan.
Penulisan teks dibuat menjorok ke dalam.
2. Penulisan Kutipan Langsung Pendek
Sumber kutipan disatukan atau berada sejajar dengan teks.
Penulisan kutipan menggunakan tanda petik.
Penulisan sumber kutipan dapat diletakkan di awal atau akhir tulisan. Apabila menulis sumber pada akhir kalimat, nama penulis diletakkan di luar tanda kurung, namun apabila menulis sumber di akhir kalimat, nama penulis dan nomor halaman diletakkan di dalam tanda kurung.
Ciri Kutipan Tidak Langsung dan Kutipan Langsung
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menuliskan kutipan tidak langsung, berikut beberapa ciri dari kutipan tidak langsung:
Teks dalam kutipan tidak langsung mengalami perubahan, namun meskipun diubah, makna dari kalimat tidak mengalami perubahan.
Gaya bahasa bisa disampaikan sesuai dengan pemahaman penulis.
Apabila di dalam penelitian , dapat dimasukkan nomor kutipan di akhir kalimat dengan sumber yang dicantumkan pada catatan kaki.
Adapun ciri yang harus diperhatikan dalam menulis kutipan langsung antara lain adalah:
Teks tidak diubah, hanya disalin
Apabila ada bagian kutipan yang dihilangkan, maka akan ada 3 titik berspasi.
Sumber langsung dituliskan.
Itulah cara menuliskan kutipan tidak langsung dan kutipan langsung. Mengutip tulisan dengan baik dan benar tentunya akan berguna dalam mempermudah proses penulisan karya ilmiah. Semoga ulasan ini bermanfaat. (Naza)
Baca Juga: 7 Cara Penulisan Judul yang Benar untuk Karya Ilmiah
