Konten dari Pengguna

Cara Menyimpan Alat Laboratorium dengan Aman dan Tepat

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Cara Menyimpan Alat Labolatorium dengan Aman dan Tepat. Unsplash/Trnva University.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Cara Menyimpan Alat Labolatorium dengan Aman dan Tepat. Unsplash/Trnva University.

Cara menyimpan alat laboratorium sangat penting untuk perhatikan, karena biasanya banyak yang terbuat dari kaca. Alat-alat laboratorium biasanya digunakan dalam praktikum Kimia atau Biologi.

Dikutip dari buku Teknik Pengelolaan Laboratorium, R. Susanti., Lina Herlina, Fitri Arum Sasi, (2021), prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat dan bahan di laboratorium adalah aspek keamanan, kemudahan dicari, dan kemudahan diambil.

Alat disimpan supaya aman dari kehilangan dan kerusakan. Untuk itu, menjaga agar alat-alat laboratorium tetap dalam kondisi yang baik dan terhindar dari kerusakan sangat penting.

Cara Menyimpan Alat Laboratorium

ilustrasi Cara Menyimpan Alat Labolatorium dengan Aman dan Tepat. Unsplash/Hans Reiners.

Berikut adalah beberapa cara menyimpan alat laboratorium dengan aman dan tepat.

1. Membersihkan alat sebelum disimpan

Sebelum menyimpan alat-alat laboratorium, pastikan untuk membersihkannya terlebih dahulu. Sebab, hal ini akan membantu menghindari kerusakan dan mencegah terjadinya korosi atau kerusakan akibat zat yang menempel pada permukaan alat.

2. Menggunakan pelindung saat disimpan

Untuk alat-alat yang sensitif terhadap cahaya atau udara, gunakan pelindung saat menyimpannya. Pelindung ini dapat berupa wadah yang kedap udara atau lapisan yang khusus untuk melindungi alat tersebut dari cahaya dan radiasi.

3. Memisahkah alat menurut jenis dan fungsi

Pengelompokan alat-alat kimia berdasarkan bahan pembuat alat tersebut, seperti: logam, kaca, porselen, plastik, dan karet. Penyimpanan alat juga dapat didasarkan pada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Berikut beberapa contohnya.

  • Mikroskop disimpan dalam lemari terpisah dengan zat higroskopis dan dipasang lampu yang selalu menyala untuk menjaga udara tetap kering dan mencegah tumbuhnya jamur.

  • Khusus peralatan optis, diletakkan dalam ruang dengan kelembapan udara (Rh: relative humidity)-nya kurang dari 70%.

  • Alat berbentuk set, penyimpanannya harus dalam bentuk set yang tidak terpasang.

  • Ada alat yang harus disimpan berdiri, misalnya higrometer, neraca lengan, dan beaker glass.

  • Alat yang memiliki bobot relatif berat, disimpan pada tempat yang tingginya tidak melebihi tinggi bahu.

4. Rawat secara berkala

Lakukan perawatan secara berkala pada alat laboratorium yang disimpan, terutama untuk alat-alat yang sering digunakan. Hal ini akan membantu memperpanjang umur alat dan mencegah kerusakan yang tidak perlu.

Alat laboratorium memegang peran penting untuk mendukung keberhasilan berbagai jenis penelitian dan eksperimen. Untuk itu, sangat penting untuk memahami cara menyimpan alat laboratorium seperti di atas. (lis)

Baca Juga: Cara Menggunakan Pipet Volumetrik yang Benar untuk Praktikum

Frequently Asked Question Section

Apa saja alat laboratorium yang harus disimpan secara berdiri?
chevron-down

Contoh alat yang harus disimpan berdiri: higrometer, neraca lengan, dan beaker glass.

Peralatan optis laboratorium disimpan di mana?
chevron-down

Khusus peralatan optis, diletakkan dalam ruang dengan kelembapan udara (Rh: relative humidity)-nya kurang dari 70%.