Konten dari Pengguna

Cara Penulisan Nama Ilmiah Makhluk Hidup dengan Tepat

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Penulisan Nama Ilmiah. Unsplash/Aaron Burder.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Penulisan Nama Ilmiah. Unsplash/Aaron Burder.

Cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup sangat penting untuk diketahui dan dipelajari agar dapat memudahkan dalam mengenal jenis genus (marga) dan spesies dari suatu makhluk hidup. Penulisan tersebut diatur dalam binomial nomenklatur.

Mengutip dari buku Dasar Agronomi, Amarullah, ‎Mardhiana, Willem, (2021), tata nama binomial atau binomial nomenclature merupakan aturan penamaan baku bagi semua makhluk hidup yang terdiri dari dua kata (binomial).

Menurut sejarah, penulisan dan penamaan makhluk hidup menggunakan nama ilmiah agar organisme mudah untuk diidentifikasi. Selain itu, bahasa ilmiah digunakan karena tidak berasal dan tidak digunakan di negara mana pun di dunia.

Cara Penulisan Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Ilustrasi Cara Penulisan Nama Ilmiah. Unsplash/Thought Catalog.

Adapun aturan tata cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup yang sesuai dengan sistem binomial nomenklatur adalah sebagai berikut.

  • Penulisan dalam tatanama binomial selalu menaruh nama (epitet dari epithet) genus di awal dan nama (epitet) spesies mengikutinya.

  • Nama genus selalu diawali dengan huruf kapital (huruf agung, uppercase) dan nama spesies selalu diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).

  • Penulisan nama ini tak mengikuti tipografi yang menyertainya. Artinya, suatu teks yang seluruhnya menggunakan huruf kapital/balok, semisal pada judul suatu naskah, tak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua.

  • Nama lengkap (untuk hewan) atau singkatan (untuk tumbuhan) dari autoritas boleh diberikan di balik nama spesies dan ditulis dengan huruf tegak (latin) atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan).

  • Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang aci sekarang, nama autoritas ditulis dalam tanda kurung. Yang terakhir semula dibawa masuk dalam genus Fringilla, sehingga diberi tanda kurung (parentesis).

  • Pada penulisan teks yang menyertakan nama umum/trivial, nama ilmiah kebanyakan menyusul dan ditaruh dalam tanda kurung.

  • Penulisan kata pertama dan kata kedua tidak disambung.

  • Kedua kata dapat ditulis dengan cetak miring atau digaris bawahi secara terpisah.

Demikian penjelasan singkat tentang tata cara penulisan nama ilmiah makhluk hidup yang dapat dijadikan sebagai pengetahuan tambahan yang bermanfaat. Wawasan ini juga dapat memudahkan dalam mengidentifikasi genus dan spesies makhluk hidup. (LA)

Baca Juga: 7 Cara Penulisan Catatan Kaki berdasarkan Sumber Informasi yang Digunakan