Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri untuk Perempuan agar Khusyuk

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam upaya menegakkan sholat maghrib yang khusyuk, seorang muslimah wajib memahami tata caranya yang benar. Cara sholat maghrib sendiri berbeda dengan saat melakukannya secara berjamaah, khususnya pada bacaan niat.
Pelaksanaannya pun berbeda, sholat berjamaah dilakukan bersama-sama dan membutuhkan seorang imam sebagai pemimpin sholat. Berbeda dengan sholat munfarid (sendiri) yang dilakukan hanya seorang diri.
Tata Cara Sholat Maghrib Sendiri
Sholat maghrib merupakan salah satu ibadah sholat fardhu yang berjumlah tiga rakaat dan dilaksanakan setelah matahari tenggelam hingga mega merah di ufuk barat hilang. Karena batas waktunya yang sebentar, kadang-kadang sholat maghrib dilakukan dengan terburu-buru.
Padahal, sholat yang dilakukan dengan terburu-buru mengurangi kekhusyukan. Dikutip dari buku Panduan Sholat untuk Perempuan oleh Nurul Jazimah, berikut cara sholat maghrib sendiri untuk perempuan dalam usaha mencapai ibadah yang khusyuk:
Sebelum melaksanakan sholat, ada baiknya membersihkan diri terlebih dahulu. Berpakain bersih, kemudian menyucikan diri dengan berwudu.
Setelah menutup aurat dengan rapi dan yakin tidak ada anggota tubuh yang terbuka—kecuali wajah dan kedua telapak tangan—berdirilah tegak menghadap kiblat.
Tundukkan kepala sedikit dan arahkan pandangan ke tempat sujud. Hal ini dilakukan sampai sholat selesai dilaksanakan.
Berniat dalam hati untuk melakukan sholat maghrib sendiri. Pada dasarnya, pengucapan niat hanya cukup di dalam hati saja. Tetapi niat secara lisan dapat membantu seseorang dalam meniatkan sholat apa yang dilaksanakan. Seperti bacaan niat sholat maghrib: Usholli fardhadh-maghribi tsalaatsa raka’aatin mustaqbilal qiblato adaa-an lillahi ta’aala (saya berniat melaksanakan sholat fardhu magrib tiga rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta’ala).
Kemudian, melakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir, tangan bersedekap dengan meletakkan dua tangan pada area antara dada dan perut.
Membaca Surah Al-Fatihah, dilanjut dengan surah-surah pendek.
Ruku’.
Bangkit dari ruku’ (i'tidal).
Sujud. Saat melakukan sujud, perempuan diharuskan merapatkan kedua kakinya. Begitu pula pada saat meletakkan telapak tangan di atas sajadah, kedua siku harus dirapatkan ke dalam tanpa meletakkan di atas sajadah, dan berada di antara kedua sisi paha bagian dalam.
Bangkit dari sujud.
Duduk diantara dua sujud. Saat melakukan duduk diantara duduk dua sujud, posisi duduk bersimpuh dengan meletakkan kedua belah kaki terlipat ke belakang untuk tumpuan badan. Ini disebut dengan duduk iftirasy.
Lakukan sujud kembali.
Rangkaian pelaksanaan sholat sejak takbir hingga sujud kedua ini disebut rakaat. Dengan dilaksanakan sujud kedua tadi, maka selesailah satu rakaat sholat yang disebut dengan rakaat pertama.
Setelah sujud kedua, berdirilah kembali untuk melaksanakan rakaat kedua dengan diiringi ucapan takbir.
Selanjutnya, ulangi langkah dari nomor 6 hingga 12.
Kemudian dilanjut dengan duduk tasyahud awal dengan cara duduk seperti saat melakukan duduk diantara dua sujud dan membaca doa tasyahud awal sambil meletakkan tangan kiri di atas paha kiri dan tangan kanan di atas paha kanan serta menggenggam dua jari (kelingking dan jari manis tangan kanan).
Setelah duduk tasyahud awal, kembali berdiri dan mengucapkan takbir untuk melaksanakan rakaat ketiga dengan tata cara yang sama saat melaksanakan rakaat sebelumnya.
Setelahnya adalah bangkit dari sujud untuk melakukan duduk tasyahud akhir dan membaca doa tasyahud akhir yang didalamnya terdapat doa untuk Nabi Ibrahim a.s.
Pada saat melaksanakan tasyahud akhir, posisi duduk yaitu tumit kiri tidak sebagai penopang pantat seperti duduk iftirasy. Tetapi kaki sedikit diserongkan ke arah bawah kaki kanan, sehingga pantat sebelah kiri langsung bersentuhan dengan lantai atau alas. Ini disebut dengan duduk tawarruk. Kemudian, meletakkan tangan kiri di atas paha kiri dan tangan kanan di atas paha kanan serta menggenggam dua jari (kelingking dan jari manis tangan kanan).
Rangkaian sholat terakhir adalah mengucapkan salam sambil memalingkan wajah ke sebelah kanan.
Kemudian pada saat salam kedua, memalingkan wajah ke kiri.
Itulah cara sholat maghrib sendiri untuk perempuan. Setelah melaksanakan sholat, dianjurkan untuk membaca zikir dan doa. (LAIL)
Baca juga: Tata Cara Wudhu dan Doanya agar Sholat Sah
