Tata Cara Ziarah Wali dan Kesalahan yang Harus Dihindari

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada dasarnya, ziarah ke makam wali atau ulama merupakan hal baik dan dianjurkan dalam agama Islam. Namun, ada tata cara ziarah wali yang harus diperhatikan agar mendapatkan pahala dan ridha dari Allah Swt.
Banyak orang berziarah ke makam para wali karena kealiman dan jasa yang luar biasa semasa hidupnya. Ini bisa menjadi bukti kecintaan umat muslim kepada orang yang telah berjasa dalam penyebaran agama Islam.
Tata Cara Ziarah Wali
Ziarah ke makam wali biasanya dikenal dengan wisata religi Wali Sanga yang rutenya dimulai dari ujung timur Pulau Jawa, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Biasanya, pemandu akan menjelaskan tata cara ziarah wali, lengkap dengan adab yang harus dipatuhi saat berada di area pemakaman.
Namun, tidak semua pengunjung memiliki pemandu wisata religi yang memiliki pengetahuan tentang hal tersebut dan memilih berziarah hanya bersama kelompoknya atau individu. Nah, berikut ini adalah tata cara ziarah ke makam wali seperti yang dikutip dari buku Panduan Lengkap Ziarah Wali Sanga, I. Rofi’ie Ariniro, (2012).
1. Niat
Agar tidak menimbulkan kemusyrikan, ziarah kubur hanya diniatkan untuk mendapat ridha dari Allah Swt.
2. Berwudhu
Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum memasuki area pemakaman, agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan oleh Allah Swt.
3. Memberi Salam kepada Penghuni Kubur dan Mendoakannya
Ketika berada di area makam wali yang dituju, disunahkan memberi salam kepada penghuni kubur dengan menghadap ke makam. Berikut bacaan salam ziarah ke makam wali:
Assalaamu ‘alaa ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiina wa innaa insyaa allah laahiquun nas-alullaha lana wa lakumul ‘aafiyah.
Artinya: Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mukminin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami InsyaAllah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian.
4. Berjalan di Sekitar Makam tanpa Alas Kaki, Sandal, dan Sepatu
Tata cara ini telah diterangkan oleh Rasulullah Saw. dalam hadits yang bersumber dari Basyir bin Khashashiah:
"Ketika Rasulullah Saw. sedang berjalan, secara tiba-tiba beliau memandang seorang laki-laki yang berjalan di antara kuburan dengan mengenakan sandal, lalu Rasulullah saw. bersabda, 'Wahai pemilik (yang memakai) sandal celakalah kamu, lepaskanlah sandalmu.' Maka, orang itu pun memandang tatkala ia mengetahui bahwa Rasulullah saw., ia melepaskan kedua sandalnya dan melemparkannya." (HR. Abu Dawud).
5. Ketika Berdoa Menghadap Kiblat, Bukan pada Kuburan
Saat berdoa diharuskan menghadap kiblat dan bukan pada kuburan. Menghadap kuburan saat berdoa dikhawatirkan memohon kepada selain Allah Swt. Dalam mendoakan para penghuni kubur, boleh mengangkat tangan seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw.
Kesalahan-kesalahan dalam Berziarah ke Makam Wali
Ada beberapa kesalahan dalam berziarah ke makam wali yang harus diperhatikan oleh peziarah agar pelaksanaannya mendapatkan pahala dari Allah Swt. Adapun kesalahan-kesalahan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Mengkhususkan waktu pelaksanaannya.
Berdoa kepada penghuni kubur.
Penghuni kubur dijadikan perantara doa.
Menyembelih hewan di area pemakaman.
Mengharapkan barakah dari kuburan tertentu (tabarruk).
Kuburan dijadikan tempat beribadah.
Shalat menghadap kuburan.
Duduk di atas kuburan.
Mengagungkan kuburan.
Itulah tata cara ziarah wali beserta kesalahan-kesalahan yang harus dihindari agar diridhoi oleh Allah Swt. dan mendapatkan manfaat. (LAIL)
Baca juga: 5 Cara Mengirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal
