Konten dari Pengguna

Kepemimpinan Isran Noor Di Mata Para Tokoh

Tira Yanti

Tira Yanti

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tira Yanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kepemimpinan Isran Noor Di Mata Para Tokoh
zoom-in-whitePerbesar

Keberadaan pemimpin patut untuk diperhatikan jejak rekamnya. Pengamatan terhadap jejak rekam pemimpin adalah satu usaha untuk mengumpulkan segala informasi, data-data detail mengenai dirinya, pengalaman dan prestasinya guna menjadi suatu materi penilaian sebelum memutuskan apakah sosok (calon pemimpin) layak menjadi pemimpin atau tidak.

Bagi publik Kalimantan Timur, Isran Noor tak lepas dari penilaian publik. Segala jejak rekamnya, kerja dan prestasinya diketahui dan dinilai oleh publik. Penilaian itu tidak saja datang dari publik secara umum melainkan pula dari tokoh-tokoh tertentu yang memiliki kualifikasi keilmuan di berbagai bidang terutama di bidang politik dan pemerintahan.

Apakah penilaian publik saja tidak cukup sehingga memerlukan penilaian dari tokoh atau ahli?

Penilaian publik secara umum tentu saja penting. Tapi guna menilai lebih jauh, lebih dalam dan detail terutama jika dikaitkan dengan bidang tertentu, maka penilaian dari tokoh atau ahli menjadi penting untuk diajukan. Tokoh atau ahli mampu mengenali lebih jauh terutama terkait dengan kecakapan sang calon pemimpin.

Ada beberapa tokoh atau ahli politik yang memberikan penilaian atas diri Isran Noor. Pertama, datang dari Arbi Sanit, seorang pengamat politik. Arbi Sanit memulai dengan menunjukkan betapa Indonesia mengalami krisis kepemimpinan. Krisis kepemimpinan tentu saja bisa dilihat dari banyak aspek, bisa dari perihal kualitas keilmuannya atau kualitas integritasnya.

Bagi Arbi Sanit, Isran Noor adalah sosok yang memiliki kualitas kepribadian yang ideal sebagai seorang pemimpin. Letak ‘ideal’nya adalah pada karakter ketegasan dan konsistensinya. Ketegasan adalah salah satu hal yang penting dimiliki seorang pemimpin. Tegas dalam mengambil keputusan, tegas dalam menyikapi persoalan, dan sebagainya.

Isran Noor, dengan kualitas ketegasannya, sudah terbukti membawa hal besar dalam kepemimpinannya. Dengan ketegasannya, dia percaya menjadi Bupati dua periode, disenangi oleh rakyatnya. Dan kini mendapat dukungan dari rakyat Kaltim untuk maju sebagai pemimpin.

Penilaian kedua datang dari Prof. Dr. M. Riyaas Rasyid, MA, seorang ahli pemerintahan. Baginya, Isran Noor adalah sosok pemimpin yang – terutama bagi Kaltim – yang mengerti (persoalan) daerah. Pengalaman dua kali sebagai Bupati Kutai Timur dan sebagai pemimpin APKASI, serta kiprahnya dalam banyak urusan politik dan pemerintahan, menjadi pengalaman tersendiri baginya. Pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman yang lebih kaya tentu menghasilkan pelajaran yang lebih kaya pula.

Profesor Ahli Pemerintahan melanjutkan: Isran Noor juga mengetahui potensi-potensi besar yang ada di daerah. Dengan mengetahui potensi besar daerah, seorang pemimpin seperti Isran Noor dapat mengolah potensi-potensi tersebut guna memungkinkan adanya kemajuan bagi daerahnya dan kesejahteraan bagi warganya. Dia bisa mengaktivasi potensi-potensi daerah tersebut melalui berbagai ikhtiar dari kecakapannya sebagai pemimpin.

Penilaian yang lain datang dari Walikota Makassar, Ir. Ilham Arief Sirajuddin, MM. Dia mengatakan bahwa pemimpin yang dibutuhkan salah satunya adalah pemimpin yang bisa menjawab permasalahan bangsanya. Kapasitas ini dimiliki oleh Isran Noor. Dia memiliki kecakapan untuk – dalam konteks daerah – mengatasi berbagai problem yang khas di Kalimantan Timur (kita tahu setiap daerah memiliki keunikan masing-masing dalam permasalahan dan cara mengatasinya). Isran Noor mengenal persoalan di daerahnya.

Secara lebih spesifik, Prof. Dr. Iberamsjah, MS, seorang guru besar Ilmu Politik menambahkan bahwa pemimpin juga perlu mengerti birokrasi dan pemerintahan. Sang profesor hendak mempertegas bahwa satu hal yang penting dalam kepemimpinan adalah juga kecakapan dalam manajemen birokrasi. Di dalam birokrasi, ada berbagai persoalan mengenai pelayanan. Kepemimpinan yang baik juga harus cakap dalam menghadirkan birokrasi yang baik bagi rakyatnya. Dalam konteks ini, sang profesor juga mengakui bahwa Isran Noor memiliki kecakapan di bidang itu: birokrasi.

Dengan demikian, kita mendapatkan gambaran yang makin jelas mengenai sosok Isran Noor dari beberapa tokoh ini yang menyoroti dari berbagai sisi: kualitas pengetahuan, integritas, pengalaman, pengenalan atas daerah, kemampuan manajemen birokrasi, dan beberapa kualitas lainnya.

Bagi publik Kaltim, catatan-catatan ini bisa didalami lebih jauh dengan mengenalinya secara langsung atau mendalami kesaksian dari beberapa tokoh di atas. Setidaknya melalui tulisan ini, publik menjadi tahu bahwa sosok yang bakal memimpin Kaltim telah memperoleh penilaian dari berbagai tokoh.