Konten dari Pengguna

Ketika Tokoh Agama Menilai ‘Baik’ Sosok Isran Noor

Tira Yanti

Tira Yanti

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tira Yanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Tokoh Agama Menilai ‘Baik’ Sosok Isran Noor
zoom-in-whitePerbesar

Dari mana pun datangnya dukungan kepada Isran Noor, itu hanya semakin menunjukkan bahwa sosok ini layak menjadi pemimpin Kalimantan Timur. Antusiasme yang kian tambah besar dari rakyat menunjukkan betapa makin besarnya panggilan moral politik Isran Noor untuk mengabdi bagi kepentingan Kaltim.

Setelah dukungan mengalir dari masyarakat melalui pengumpulan KTP yang hasilnya menghebohkan disebabkan dukungan dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat, kini Isran Noor juga memperoleh dukungan dari tokoh agama. Dukungan dari tokoh agama tentu saja penting bagi siapa pun calon kepala daerah. Hal ini juga berlaku bagi Isran Noor.

Dukungan dari tokoh agama menunjukkan adanya suatu kenyataan bahwa keberadaan dari sepak terjang kepemimpinan politik dari Isran Noor memperoleh perhatian dan apresiasi dari kalangan tokoh agama. Ada sisi-sisi tertentu yang diterima oleh mereka dan dengan dukungan dari mereka, ini menunjukkan bahwa tokoh agama menginginkannya lagi dna terus menjadi pemimpin yang baik di Kaltim.

Kita tahu kalangan ulama memiliki basis pengikut yang tidak kecil. Keberadaan mereka diterima oleh masyarakat disebabkan penguasaannya atas ilmu agama dan kebutuhan masyarakat atas bimbingan dan pencerahan dari tokoh agama. Oleh karena itu, apabila Isran Noor memperoleh dukungan dari tokoh agama, itu artinya dirinya kian memperoleh tempat di dalam masyarakat.

Salah satu tokoh agama yang memberinya dukungan kepada Isran Noor adalah Ustadz Muhammad Nur Maulana. Sosok Ustadz Maulana selama ini cukup dikenal terutama oleh pemirsa televisi nasional. Dia kerap mengisi ceramah-ceramah yang disiarkan oleh salah satu saluran televisi nasional dan dikenal dengan tagline ‘jemaah oh jemaah’.

Dukungan Ustadz Maulana kepada Isran Noor diucapkan di hadapan jemaahnya. Dengan teriakan khasnya: “Isran-Hadi, menang, nomor tiga menang wuuus”. Ucapan itu diulanginya beberapa kali dan disambut dengan antusias oleh para jemaah (11/3/2018). Dalam beberapa kali kesempatan, Ustadz juga kerap mendo’akan Isran Noor.

Yang paling penting dari dukungan ini adalah penegasan dari pernyataan Ustadz Maulana tentang sosok Isran Noor. Dalam pandangan tokoh agama ini, Isran Noor mengapa layak didukung olehnya karena dia adalah orang yang baik. Isran Noor adalah seorang pemimpin yang baik.

Pernyataan pujian atas Isran Noor dari Ustadz Maulana ini berlanjut: bahwa orang yang baik (seperti Isran Noor) biasanya dimudahkan untuk mencapai apa yang diinginkan. Ucapannya semacam doa dan pernyataan ‘jujur’ dari seorang tokoh agama yang merindukan sebuah kepemimpinan dari seorang yang baik, yang tegas dan berpihak kepada rakyat.

Sebagai tokoh agama, Ustadz Maulana, tentu juga para tokoh agama yang lain, menginginkan pemimpin yang memiliki kepribadian yang luhur, yang baik, bagi rakyat. Wujud dari keluhuran itu bisa dalam bentuk kepeduliannya yang tinggi atas rakyat, keberpihakannya yang nyata kepada rakyat dan tentu juga dengan tegas dan berani menghindari hal-hal demi kesenangan pribadi. ‘Baik’ dalam perspektif tokoh agama tentu saja sejalan dengan nilai-nilai agama. Kita tahu bahwa nilai-nilai agama adalah satu fondasi penting bagi semangat kebaikan dan keluhuran budi seseorang. Dengan kuatnya semangat dan nilai-nilai agama, seorang pemimpin akan terpelihara dari perilaku yang tidak baik dan merugikan bagi diri dan rakyatnya.

Ustadz Maulana, tentang Isran Noor, mengatakan bahwa orang yang baik, dengan izin Allah, dimungkinkan kemudahan dalam memperoleh jalan atau peluang untuk mencapai keinginannya. Kita tahu Isran Noor untuk maju menjadi calon gubernur Kaltim lahir dari harapan masyarakat. Dia mengiyakan sebagai bentuk penerimaan atas panggilan publik dan kesiapan diri untuk berbuat demi kebaikan publik Kaltim. Oleh sebab keluhuran niat itu, jalannya menuju seorang nomor satu di Kaltim akan sangat dimungkinkan.

Ketika Ustadz Maulana mengatakan bahwa Isran Noor adalah sosok yang baik, pernyataan itu juga diterima oleh publik. Tak ada yang membantah dan meragukan dari kebaikan Isran Noor. Kebaikan, kejujuran dan komitmen keberpihakan pada rakyat yang menguat dalam diri Isran Noor adalah ‘nyata’. Desakan dari rakyat untuk maju adalah wujud lain dari pernyataan tegas dari rakyat yang mengonfirmasi tentang kebaikan sosok Isran Noor.

Dengan menjatuhkan pilihan pada Isran Noor, itu berarti ada keyakinan publik bahwa beliau adalah sosok yang amanah, sosok yang diyakini mampu membawa Kaltim maju dan kian sejahtera. Dan dengan memperoleh dukungan dari ulama, Isran Noor berarti diyakini sebagai sosok yang tidak hanya cerdas dalam mengupayakan kemajuan bagi daerahnya. Tapi juga dianggap mumpuni untuk menjaga nilai-nilai agama, menjaga tradisi, dan kebaikan masyarakatnya.

Dalam suatu kesempatan, Isran Noor mengatakan mengapa dalam kampanye membawa serta tokoh-tokoh agama? Isran Noor menjawab: alasan membawa tokoh agama dalam kegiatan kampanyenya agar masyarakat senantiasa memperoleh ilmu pengetahuan agama melalui ceramah tokoh-tokoh agama.

Orasi politik memang satu hal penting di dalam kampanye agar mereka dapat menyimak komitmen dari kepemimpinannya jika kelak Isran Noor terpilih. Tapi dia juga meyakini betapa pentingnya ceramah agama. Dengan orasi politik disertai ceramah agama, maka dua hal diperoleh oleh publik Kaltim: orasi politik yang mengandung edukasi politik dan tentu mencerahkan bagi kesadaran politik masyarakat. Kedua, publik memperoleh siraman rohani. Dengan demikian, publik tercerahkan nuraninya, kesadaran moralnya kian kuat.