Konten dari Pengguna

Mengenal Lebih Dekat Isran Noor

Tira Yanti

Tira Yanti

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tira Yanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenal Lebih Dekat Isran Noor
zoom-in-whitePerbesar

Siapa Isran Noor? Dia adalah salah seorang politisi dan akademisi sekaligus. Predikat ini merupakan suatu hal yang menarik. Sebagai politisi, dia berinteraksi dengan masyarakat, menyelami berbagai persoalan di akar rumput, mendengarkan keluh kesah mereka dan kemudian menggunakan kekuasaannya untuk menolong mereka (rakyat).

Sebagai akademisi, dia menggeluti ilmu pengetahuan. Dia mendalami berbagai persoalan secara teoritis. Dia membaca banyak literatur yang berkaitan dengan konsentrasinya, yakni ilmu pemerintahan. Guna dari semua yang dilakukannya di dalam interaksinya dengan ilmu pengetahuan juga turut untuk kebaikan masyarakat.

Itulah sekelumit tentang Isran Noor dilihat dari dua posisi sebagai politisi dan akademisi. Mari kita lihat lebih jauh, terutama kiprahnya di dunia politik.

Setelah dua periode menjabat sebagai Bupati Kutai Timur, Isran Noor kini kembali maju sebagai calon Gubernur Kalimantan Timur. Dia berpasangan dengan Hadi Mulyadi. Pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi ini mendapat dukungan tiga partai yakni Partai Gerindra, PKS dan PAN. Dengan dukungan tiga partai, pasangan ini mendapatkan 14 kursi di DPRD Kalimantan Timur.

Sebagai seorang yang berpengalaman di dalam dunia politik dan sekaligus seorang akademisi, Isran Noor telah memikirkan gagasan-gagasan politik yang hendak dia bawa sebagai calon gubernur. Masykur Sarmin, seorang Ketua DPW PKS Kaltim, menyebutkan bahwa ada delapan program prioritas. Tetapi program itu belum disampaikannya secara detail kepada publik.

Meski pun begitu, dia membocorkan bahwa delapan program prioritas tersebut bersumber dari ‘delapan misi berdaulat’. Diantaranya: misi religius dan berbudaya, wanita, pemuda dan olahraga, cerdas dan terampil, ekonomi, wirausaha, lapangan kerja dan infrastruktur interkoneksi berwawasan lingkungan.

Kedelapan misi berdaulat itu akan menjadi sumber dan semangat bagi program prioritas yang bakal diusung oleh pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi ini.

Dukungan dari Rakyat

Isran Noor maju sebagai pilgub Kaltim 2018 salah satunya karena mendapat dukungan yang antusias dari rakyat. Ada cerita menarik: sebelum Isran Noor memperoleh dukungan dari partai politik, sinyal dukungan dari masyarakat sudah terlihat sejak tahun 2016. Mereka ramai-ramai memberinya dukungan melalui kesediaannya mengumpulkan KTP.

Abdussamad, seorang Direktur Eksekutif Posko Relawan Isran Noor, waktu itu mengaku bahwa KTP yang terkumpul adalah 74.771. Waktu itu, dia menargetkan 100.000 KTP untuk dijadikan tumpuan awal mengukur keputusan Isran Noor maju atau tidak di pilgub Kaltim.

Memperoleh dukungan dari 100.000 KTP atau pun lebih, dalam penuturan relawan Isran Noor, bukan suatu yang susah. Isran Noor adalah sosok yang memiliki tingkat popularitas yang tinggi. Popularitasnya tidak hanya di Kutai Timur melainkan seluruh kota di Kalimantan Timur bahkan jauh lebih luas.

Apa yang membuat Isran Noor begitu dikenal? Tentu saja adalah kiprahnya. Bila ditilik dari jejak rekamnya, dia bukan saja sebagai Bupati Kutai Timur, melainkan juga sebagai Ketua Umum APKASI (Aliansi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia).

Duduk di jabatan pemerintah daerah dimulai sebagai wakil bupati dari Awang Faroek Ishak. Tapi pada 4 Februari 2009, dia menggantikan Awang Faroek Ishak yang terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Timur periode 2008-2013. Pada pilkada Kutai Timur masa jabatan 2011-2016, Isran Noor maju kembali sebagai Bupati Kutai Timur bersama pasangannya Ardiansyah Sulaiman. Pada 23 Juni 2015, Isran Noor mengundurkan resmi dari jabatan sebagai Bupati digantikan wakilnya.

Seiring seringnya Isran Noor muncul di televisi bersama tokoh-tokoh nasional, seiring itulah namanya kian terdengar luas. Satu hal yang sangat berkesan: Isran Noor dikenal sebagai seorang yang tegas dan berani menyatakan pendapatnya bahkan jika harus berseberangan dengan kebijakan pusat. Misalnya itu menyangkut kebijakan pusat yang dinilai merugikan daerah.

Itulah Isran Noor dan sekelumit jejak rekamnya dalam politik.