Konten dari Pengguna

Overthinking Secara Terus Menerus Bisa Berakibat Ke Dalam Gangguan Psikologis?

Tiray Fitri Imaningtyas

Tiray Fitri Imaningtyas

Mahasiswa S1 di universitas brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiray Fitri Imaningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi dari overthinking
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi dari overthinking

Apakah anda adalah orang yang termasuk suka memikirkan segala sesuatu secara berlebihan atau biasa disebut overthinking? Apalagi pada saat malam hari pasti diantara kita sering suka overthinking dengan memikirkan sesuatu secara berlebihan. Overthinking mungkin akan baik karena kita bisa mengantisipasi di segala kemungkinan yang ada. Padahal pada kenyataannya dengan memikirkan segala sesuatu secara berlebihan itu tidak baik apalagi bagi tubuh kita. Apalagi jika dilakukan secara terus menerus tentu dapat berdampak buruk bagi kesehatan mental seseorang. Selain mental, tak dipungkiri lambat laun juga akan bisa mengganggu kesehatan fisik didalam diri penderita.

Overthinking ternyata termasuk kedalam psychological disorder atau biasa disebut dengan gangguan dalam psikologis. Mengapa overthinking masuk kedalam psychological disorder? Sebagaimana yang kita ketahui bahwa orang yang sering overthinking pasti memiliki kecemasan (anxiety) secara berlebihan. Overthinking juga sering disebut dengan paralysys analysys, dimana orang itu terus menerus memikirkan segala permasalahan dihidupnya secara berlebihan tanpa menemukan sebuah solusi yang tepat.

Menurut dokter umum Indah Citra Handayani, dalam kajian kedoteran tidak ada istilah overthinking. Namun, dalam dunia medis dikenal sebagai deteksi “dua menit” dan “nanti keluhan” seperti overthinking akan muncul dan tergantung seberapa parah hal tersebut. Hal itu dapat mengklarifikasikannya sebagai sebuah gangguan kejiawaan. Orang yang sering berpikir secara berlebihan akan menimbulkan kecemasan berlebihan yang dapat berdampak buruk bagi kesehatannya.

Dikutip dari RSJ Lawang, Overthinking kerap kali muncul karena seseorang terus mengingat dan memikirkan hal-hal tertentu yang lahir dari berbagai keadaan. Hal itu bisa terjadi karena muncul dari kenangan pilu di masa silam, kesalahan yang pernah kita sesali hingga sering bayang-bayang atas kegagalan yang berisiko terjadi.

Orang yang sering overthinking itu orang yang terlalu banyak berpikir secara konsisten dalam menjalankan komentar, mengkritik dan mencela apa yang mereka lakukan pada masa lalunya, mereka takut bahwa nama baik mereka akan terlihat buruk di khalayak umum dan mereka mencemaskan masa depan yang buruk yang mungkin akan menunggu mereka.

Penyebab orang overthinking itu bermacam macam, pada umumnya overthinking itu disebabkan oleh pertimbangan tanpa henti ketika membuat sebuah keputusan dan kemudian mempertanyakan apakah keputusan yang dia ambil itu benar atau tidak, mencoba membaca pikiran, mencoba untuk memprediksi masa depan, membaca hingga detail yang terkecil dan seterusnya (Oppung, 2019).

Ketika seseorang terus menerus melakukan overthinking, secara tidak sadar kita sudah masuk ke dalam sebuah lingkaran yang menjerumuskan kita ke dalam pikiran – pikiran yang tidak ada jalan keluarnya. Para penderitanya akan mengalami psychosomatic di tubuhnya yang pada akhirnya akan menyebabkan stres yang berkelanjutan dan jika tidak ditindak lanjuti akan mengalami depresi. Jika sudah mengalami depresi maka hal itu sudah masuk kedalam psychological disorder atau gangguan psikologis. Orang yang sering overthinking akan berpengaruh ke dalam produktivitas dan keativitas orang dan kesehatan fisik maupun mental orang tersebut.

Menurut Nolen-Hoeksema, 2000, ada beberapa orang yang merenung melaporkan bahwa mereka menerima sedikit dukungan sosial dari teman dan keluarga mereka; penjelasan yang mungkin adalah bahwa sistem pendukung mereka mungkin berpikir bahwa pasien ini terus merenung ketika mereka seharusnya berdamai atau sudah pulih dari pengalaman.

Pada kenyataannya adalah orang yang terlalu berpikir secara berlebihan adalah sebuah permainan yang sangat berbahaya yang dapat memiliki banyak kosekuensi negatif untuk kita. Hal inilah yang terjadi pada tubuh kita ketika kita terlalu banyak berpikir yaitu:

1. Kita cenderung tidak mengambil sebuah tindakan

Dalam berpikir secara berlebihan menciptakan begitu banyak pilihan, pilihan, dan skenario sehingga kita akhirnya tidak dapat membuat keputusan dan sebuah konsep yang disebut kelumpuhan analisis.

2. Kita akan kurang kreatif

Ketika bagian tertentu dari otak dan proses kognitif kita tenang, kita lebih kreatif. Terlalu banyak berpikir yang dapat menyebabkan "kebiasaan mental", seperti kita terjebak dan kehabisan ide atau solusi baru.

3. Tingkat energi kita menurun

Dibutuhkan banyak energi mental untuk berpikir berlebihan. Otak kita menghasilkan begitu banyak pemikiran dan skenario berbeda yang tidak benar-benar mengarah pada sesuatu yang produktif.

4. Nafsu makan kita akan berubah

Terlalu banyak berpikir dapat berdampak besar pada selera orang. Untuk beberapa orang, itu dapat menekan nafsu makan, dan untuk yang lain, itu dapat meningkatkannya yang lebih umum.

Di dalam otak dan pikiran hanya akan dihantui dengan perasaan benar atau tidak yang telah kita lakukan atau yang akan kita lakukan. Ada beberapa cara untuk menghentikan overthinking yaitu:

1. Perhatikan pikiran Kesadaran adalah langkah pertama untuk mengakhiri overthinking.

2. Hadapi pikiran negatif sebelum memburuk Setelah menyadari kondisi yang dialami, sekarang saatnya untuk belajar mengendalikan pikiran tersebut.

3. Fokus pada pemecahan masalah Overthinking dapat muncul ketika kita menghadapi masalah tertentu dalam hidup. Namun, yang harus diketahui memikirkannya berlarut-larut tidak selalu dapat menyelesaikan masalah tersebut.

4. Jadwalkan waktu refleksi Jika harus memikirkan masalah-masalah kehidupan, luangkanlah waktu sekitar 20-30 menit untuk refleksi dan introspeksi diri.

5. Berlatih Mindfulness. Mindfulness mengharuskan sepenuhnya sadar dan fokus pada keberadaan penderita saat ini.

Oleh karena itu, mengontrol diri untuk tidak sering berpikir secara berlebihan itu sangatlah diperlukan agar kita tidak terperangkao dalam lingkaran setan yang memberikan dampak buruk bagi diri kita. Dan seharusnya masalah seperti ini tidak dianggap sepele oleh setiap orang. Jika dibiarkan, maka dapat berakibat buruk bagi diri dan kehidupannya. Jika ada seseorang yang sering mengalami overthinking maka kita harus memberikan dukungan karena orang yang mengalami overthinking dapat mengalihkan pikirannya itu dengan cara bersosialisasi dengan sekitarnya.