Konten dari Pengguna

Apa yang Kamu Makan, Itulah "Bos" di Ususmu

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tita Rialita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah terpikir kalau setiap suapan makanan bukan hanya memberi energi untuk tubuh, tapi juga menjadi "pakan" untuk miliaran mikroba di ususmu? Ya, apa yang kita makan sehari-hari sebenarnya menentukan siapa yang lebih dominan: bakteri baik atau bakteri jahat.

Bakteri baik seperti Bifidobacterium senang dengan makanan berserat dan prebiotik, misalnya sayur, buah, biji-bijian, hingga oligosakarida dalam bawang, pisang, atau kedelai. Dari serat dan prebiotik itu, mereka menghasilkan zat bermanfaat seperti asam lemak rantai pendek (SCFA) yang membantu melindungi dinding usus dan menekan pertumbuhan bakteri jahat.

Sebaliknya, jika menu kita lebih sering berisi makanan tinggi lemak, daging olahan, atau minim serat, bakteri jahat seperti E. coli dan Clostridium bisa berkembang lebih cepat. Dampaknya? Pencernaan terganggu, tubuh lebih mudah lelah, bahkan risiko penyakit kronis bisa meningkat.

Dengan kata lain, piring makan kita adalah medan perang bagi bakteri. Setiap kali kita memilih sayur segar, buah, atau makanan kaya serat, kita sebenarnya sedang memberi "amunisi" untuk pasukan bakteri baik agar tetap dominan.

Jadi, mulai sekarang, coba lihat isi piringmu. Itu bukan cuma soal gizi, tapi juga soal siapa yang akan menguasai ususmu—dan pada akhirnya, kesehatan tubuhmu.

(sumber : koleksi pribadi)