Bontang Kuala: Pemukiman Apung di Atas Permukaan Laut

Menempuh pendidikan di Program Studi Pariwisata, Universitas Gadjah Mada.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tithania Aulia S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Indonesia merupakan negara yang terdiri atas 38 provinsi. Salah satu provinsi yang ada di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Timur. Kalimantan dikenal memiliki keindahan alam dan potensi alam yang luar biasa. Salah satu provinsi di Pulau Kalimantan yang memiliki begitu banyak potensi alam adalah Provinsi Kalimantan Timur. Kalimantan Timur memiliki potensi alam yang terdiri atas sumber daya alam hutan, laut, batu bara, gas alam, dan masih banyak lagi.
Potensi alam yang begitu melimpah dapat dijadikan sebagai sumber pemasukan, salah satunya dengan menjadikan potensi alam tersebut sebagai destinasi wisata. Destinasi wisata berbasis alam saat ini tengah digemari oleh berbagai kalangan, terutama kalangan muda. Salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur memanfaatkan potensi alam yang dimiliki oleh Pulau Kalimantan dengan cara yang unik. Kota tersebut adalah Kota Bontang.
Kota Bontang merupakan salah satu kota kecil yang berada di Provinsi Kalimantan Timur. Kota Bontang yang terletak dekat dengan kota Samarinda serta berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, merupakan kota yang dikenal sebagai kota industri dan jasa. Selain dikenal dengan bidang industrinya, Kota Bontang kaya akan berbagai potensi alam lainnya, salah satunya yaitu potensi alam kelautan.
Potensi alam kelautan yang dimanfaatkan oleh Kota Bontang yaitu salah satunya sebagai destinasi wisata Bernama Bontang Kuala. Bontang Kuala sendiri merupakan perkampungan/pemukiman apung yang menjadi tempat tinggal bagi beberapa penduduk Bontang. Menurut Data Agregat Kelurahan Bontang Kuala, jumlah penduduk Bontang Kuala per tahun 2021 sebanyak 6.910 jiwa dan dengan luas wilayah sebesar 627 Ha (5,67 km²). Pemukiman apung tersebut berada di atas permukaan laut. Selain menjadi tempat tinggal bagi beberapa penduduk, Bontang Kuala ternyata memiliki daya tarik yang menjadikan Bontang Kuala sebagai destinasi wisata pilihan penduduk Bontang maupun wisatawan yang berasal dari luar Kota Bontang.
Keunikan berupa pemukiman apung tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Bontang Kuala. Para pengunjung kebanyakan mengunjungi Bontang Kuala saat sore hari hingga malam hari. Pengunjung dapat menikmati keindahan senja di sore hari sambil menikmati hembusan angin laut yang begitu sejuk. Udara yang begitu sejuk saat sore menjelang malam hari membuat para pengunjung senang mengunjungi Bontang Kuala. Saat sore hari, pengunjung juga dapat melihat beberapa perahu penduduk setempat yang melintasi laut. Hal ini menambahkan keindahan Bontang Kuala di sore hari.
Di Bontang Kuala, terdapat begitu banyak warung makan yang menyuguhkan makanan dan minuman yang dapat menemani para wisatawan untuk menikmati keindahan Bontang Kuala. Para pengunjung dan wisatawan juga dapat menikmati makanan khas Kota Bontang di Bontang Kuala ini, yaitu Gammi Bawis. Tidak lengkap jika mengunjungi destinasi wisata tanpa membawa buah tangan, bukan? Tenang saja, di Bontang Kuala para wisatawan dapat membeli buah tangan berupa produk-produk yang berbahan dasar dari laut (rumput laut, ikan, ebi, dan lain sebagainya) yang dijual oleh penduduk setempat.
Dibalik keindahan Bontang Kuala, masih ada beberapa aspek yang harus diubah. Salah satunya yaitu kebiasaan para pengunjung yang masih lalai terhadap sampah yang mereka hasilkan dan kebiasaan membuang sampah ke laut. Sayangnya, tidak hanya pengunjung yang melakukan hal ini, penjual serta penduduk setempat juga masih lalai dan tidak bijak akan sampah yang mereka hasilkan. Tentu hal ini akan mencemari laut dan membuat laut menjadi kotor. Biota laut yang tinggal di bawah laut pun akan terancam dan dapat mati. Kesadaran akan sampah perlu ditingkatkan dan hukuman tegas akan pribadi yang tidak bijak dalam membuang sampah harus ditegakkan. Jadi, apabila ingin mengunjungi Bontang Kuala, selalu ingat untuk menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan jangan membuang sampah sembarangan, apalagi membuang sampah ke laut. Lestarikan alam, agar alam serta biota yang tinggal di dalamnya dapat hidup dengan aman dan terjaga.
