Konten dari Pengguna

Ketika Keadilan Tidak Diberikan kepada Mereka yang Adil

Titi citra Halawa

Titi citra Halawa

Mahasiswa jurusan teknik informatika Universitas Katolik Santo Thomas (UNIKA)

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Titi citra Halawa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

"Ilustrasi oleh DALL-E
zoom-in-whitePerbesar
"Ilustrasi oleh DALL-E

Di banyak sudut dunia, termasuk negeri ini, ironi keadilan semakin sering terjadi mereka yang berjalan di jalur kebenaran justru tersandung oleh sistem yang semestinya melindungi. Ketika keadilan tidak berpihak kepada orang-orang yang adil, maka kepercayaan publik terhadap hukum pun mulai runtuh.

Mereka yang berani bersuara demi kebenaran, mengungkap ketidakberesan, atau menolak tunduk pada korupsi, kerap kali menghadapi tekanan, ancaman, bahkan kriminalisasi. Di sisi lain, mereka yang berada di balik pelanggaran justru bebas bergerak, berlindung di balik kekuasaan, jabatan, atau kekayaan.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar apakah keadilan masih dapat diandalkan? Apakah hukum benar-benar berdiri netral, atau justru telah kehilangan arah?

Ketidakadilan terhadap orang-orang yang adil bukan sekadar kegagalan sistem, tetapi juga luka moral bagi masyarakat. Saat yang benar dihukum dan yang salah dilindungi, maka pesan yang disampaikan kepada generasi muda adalah kejujuran bisa membahayakan, dan keberanian bisa dihukum.

Para pengamat menekankan bahwa sistem hukum hanya akan berarti jika ia konsisten berpihak pada kebenaran, bukan pada kekuasaan. Diperlukan reformasi menyeluruh, integritas aparat penegak hukum, dan keterlibatan aktif masyarakat untuk memastikan bahwa keadilan tidak menjadi barang mewah yang hanya bisa dibeli oleh segelintir orang.

Selama keadilan tidak diberikan kepada mereka yang adil, maka kita semua sedang berada dalam bahaya: bahaya menjadi saksi dari matinya nurani hukum, dan pudarnya harapan akan negara yang benar-benar berkeadilan.