Konten dari Pengguna

Konservasi DAS Melalui Penanaman 500 Bibit Bambu di Gunungkidul

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Titis Bella Ramadhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Merawat Ekosistem dan Konservasi DAS melalui Penanaman Bibit Bambu di Kalurahan Pengkok, Patuk, Gunungkidul

Penanaman 500 bibit bambu oleh Mratani Project dan KTH Tunas Karya di DAS Pengkok Gunungkidul.
zoom-in-whitePerbesar
Penanaman 500 bibit bambu oleh Mratani Project dan KTH Tunas Karya di DAS Pengkok Gunungkidul.

Komunitas Mratani project berkolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tunas Karya melaksanakan kegiatan Sosialisasi Merawat Ekosistem Daerah Aliran Sungai dan simbolis penanaman 500 bibit pohon bambu di lahan seluas 2 hektare di Kalurahan Pengkok, Patuk Gunungkidul pada Sabtu, 28/6. Kegiatan ini didanai oleh Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan sebagai bagian program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Septian Adira selaku Ketua Tim Pelaksana menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat sekaligus sebagai bentuk pelestarian lingkungan yang bisa dipraktikkan langsung oleh masyarakat. “Pengkok dulunya memiliki kawasan tanaman bambu yang cukup luas, sebagian juga tersebar di DAS Sungai Oya, namun pemanfaatan bambu dengan sistem tebang habis membuat tanaman bambu berkurang drastis dan menyebabkan rawan terjadinya banjir dan erosi. Untuk itu, penanaman bambu ini juga sebagai upaya untuk merestorasi lahan DAS di wilayah Pengkok,” tutur Septian.

Kalurahan Pengkok berada di lembah Pegunungan Sewu yang dilewati oleh aliran Sungai Oya. Kawasan ini memiliki potensi bencana banjir dan tanah longsor yang cukup besar. Penanaman bambu ini diharapkan mampu mengurangi dan memitigasi bencana banjir dan tanah longsor pada musim hujan serta meningkatkan titik sumber air karena bambu juga memiliki kemampuan dalam menyimpan air saat musim kemarau.

Lurah Pengkok melakukan simbolis penanaman bibit bambu.

Sementara Lurah Pengkok, Sugit, juga memberikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurut Sugit, penanaman pohon bambu akan mendatangkan banyak kebermanfaatan bagi Kalurahan Pengkok. “Kami sangat berterima kasih dan mendukung sepenuhnya terhadap pelaksanaan penanaman bambu ini. Bambu seperti yang diketahui mampu memberikan banyak manfaat untuk pertanian dan juga memiliki nilai ekonomis luar biasa. Selain sebagai media konservasi, batang bambu juga bisa dimanfaatkan sebagai produk kerajinan, bahan bangunan, dan lain-lain, tetapi tetap harus mengedepankan keberlanjutan,” ujar Sugit.

Ketua KTH Tunas Karya, Jumingin, menambahkan bahwa kelompoknya telah lama berkecimpung dalam dunia bambu. Harapannya, kegiatan ini semakin membuka mata masyarakat Kalurahan Pengkok terhadap manfaat tanaman bambu. “Kegiatan kolaborasi antara KTH Tunas Karya dan Mratani Project ini menunjukkan bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Aksi tanam 500 bambu ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga bumi yang lebih hijau dan lestari dimulai dari Kalurahan Pengkok,” pungkas Jumingin.