Bukan Cuma Ngobrol! Ceritaku Di Balik Layar Persiapan Video Podcast

Student of Management Business at Muhammadiyah University of Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Titis Rose Sunarmo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jujur aja, sebelum terjun langsung pegang produksi podcast, aku mikirnya bikin podcast itu gampang banget. Tinggal sediakan dua kursi, tancap mikrofon, pencet tombol record, lalu mulai ngobrol santai. Tapi realitanya? Sama sekali gak sebercanda itu!
Pas dapat kesempatan buat pegang teknis di balik layar, aku baru sadar kalau "sihir" sebuah podcast justru terjadi sejam sebelum tombol rekaman ditekan. Ada ritual wajib yang lumayan menguras keringat tapi seru banget.
1. Mainan Kamera dan Kena Omel "Rule of Thirds"
Hal pertama yang harus disiapkan adalah kamera. Ternyata nyesuaiin sudut pandang (angle) kamera itu gak bisa asal kelihatan muka aja. Aku harus mastiin framing-nya pas mana yang buat wide shot (kelihatan berdua) dan mana yang buat close-up. Belum lagi urusan atur warna (white balance) dan pencahayaan biar muka host sama narasumber gak kelihatan pucat atau malah kegelapan kayak di dalam gua.
2. Posisi Kursi yang Gak Boleh Canggung
Tahu gak, sih? Jarak dan posisi kursi itu ternyata ngaruh banget ke psikologis orang yang lagi ngobrol. Kalau kursinya ditaruh sejajar lurus, mukanya bakal ketutup kamera. Kalau jaraknya terlalu jauh, suasana obrolan mendadak kaku kayak lagi sidang skripsi. Akhirnya aku belajar triknya: posisi kursi harus dibikin agak miring membentuk sudut 45 derajat. Hasilnya? Host dan narasumber bisa tatap-tatapan dengan nyaman tanpa harus ngebelakangin kamera.
3. Sulap Ruangan Pakai Lighting
Biar tampilan video gak kelihatan datar kayak rekaman CCTV toko, urusan lampu juga ada seninya. Kita biasanya pakai teknik three-point lightingada lampu utama (key light), lampu pembuat bayangan halus (fill light), dan lampu belakang (backlight) biar subjeknya kelihatan makin "hidup" dan terpisah dari latar belakang. Nagtur ini lumayan bikin keringatan karena harus geser-geser tiang lampu yang lumayan berat!
4. Bikin Bintang Tamu Lupa Luar Ruangan
Nah, ini bagian paling krusial dari semuanya briefing sebelum take. Gak semua narasumber itu terbiasa ngobrol di depan kamera dan lampu sorot yang panas. Banyak dari mereka yang mendadak gagap atau kaku banget pas baru duduk.
Di sini tugasku dan tim buat mencairkan suasana (ice breaking). Briefing di sini bukan buat nyuruh mereka menghafal naskah ya, tapi lebih ke ngobrol santai, nyamain persepsi tentang topik yang mau dibahas, dan ngebangun rasa nyaman. Begitu narasumber udah bisa ketawa lepas pas briefing, dijamin deh obrolan pas take bakal mengalir alami banget!
Pelajaran Berharga
Dari pengalaman ini, aku makin paham kalau visual ciamik dan obrolan berbobot yang biasa kita tonton dengan santai di YouTube atau Spotify itu adalah buah dari persiapan matang di balik layar.
Buat kamu yang mau mulai bikin podcast, ingat ya: persiapan teknis dan kenyamanan narasumber itu kunci utamanya!
Titis Rose Sunarmo
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
