Konten dari Pengguna

KKN UNDIP Dukung SDG 2 dan 12 lewat Pengendalian Hama Ramah Lingkungan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiva Permata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: KKN UNDIP Desa Polan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Foto: KKN UNDIP Desa Polan/kumparan

Penggunaan pestisida kimia masih menjadi pilihan petani dalam mengendalikan hama tanaman. Namun, penggunaannya perlu dilakukan dengan prosedur yang tepat karena dapat berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Hal ini menjadi perhatian mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dalam memberikan edukasi proteksi tanaman kepada petani Desa Polan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, sebagai bagian dari upaya mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Hasilnya, 60% peserta telah memahami materi dasar, sedangkan 40% lainnya belum mengetahui alternatif pengendalian hama selain pestisida kimia.

Foto: KKN UNDIP Desa Polan/kumparan

Materi kemudian dimulai dengan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam penggunaan pestisida. Paparan pestisida dapat terjadi melalui kulit, pernapasan, maupun tertelan. Karena itu, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi penting, terutama saat pencampuran dan penyemprotan.

Setelah membahas keselamatan penggunaan pestisida, mahasiswa mengenalkan alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya solar light insect trap, perangkap cahaya berbasis panel surya dan LED ultraviolet yang memanfaatkan ketertarikan serangga malam terhadap cahaya. Hama yang tertarik akan masuk ke wadah penampung berisi air sabun sehingga dapat membantu mengurangi penggunaan pestisida kimia.

Alternatif berikutnya adalah pengendalian secara biologis menggunakan agen hayati berupa bakteri Bacillus thuringiensis dan Serratia marcescens, serta jamur Beauveria bassiana. Agen tersebut bekerja dengan menginfeksi atau menghasilkan senyawa aktif yang mengganggu kehidupan hama sehingga populasinya dapat ditekan secara alami. Penggunaannya juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia dan menjaga keberadaan musuh alami hama. Mahasiswa juga memperkenalkan pestisida nabati yang dibuat dari bahan tumbuhan. Dalam praktiknya, peserta dikenalkan pada pembuatan pestisida dari buah maja, daun sirsak, dan serai.

Foto: KKN UNDIP Desa Polan/kumparan

Setelah materi dan praktik selesai, dilakukan post-test untuk melihat pemahaman peserta. Hasil menunjukkan bahwa 95% peserta telah memahami materi alternatif pengendalian hama yang diberikan, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman setelah kegiatan edukasi.

Melalui kegiatan ini, petani Desa Polan dikenalkan pada cara melindungi tanaman sekaligus menjaga keselamatan dalam penggunaan pestisida. Penerapan perangkap hama, agen hayati, dan pestisida nabati diharapkan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia serta mendukung pertanian yang lebih aman bagi manusia dan lingkungan. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 2 melalui dukungan terhadap produksi pangan yang berkelanjutan dan SDG 12 melalui penggunaan metode pengendalian yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.