Konten dari Pengguna

Pembebasan Cho Doo Soon Memicu Amarah Masyarakat Korea Selatan

Tiara Nabila

Tiara Nabila

Mahasiswa jurusan hukum Univeritas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tiara Nabila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cho Doo Soon merupakan pelaku kejahatan yang dibebaskan pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 setelah menjalani hukuman kurungan penjara selama 12 tahun. Diketahui Cho Doo Soon ditangkap dan dipenjara pada tahun 2008 atas kasus pemerkosaan keji terhadap gadis berusia 8 tahun di daerah Ansan, Korea Selatan. Pengadilan menjatuhi hukuman selama 12 tahun dikarenakan saat melakukan hal tersebut, Cho dalam keadaan mabuk. Diketahui korban harus menjalani perawatan selama 8 bulan lamanya dan ia harus menggunakan kantong kolostomi sepanjang hidupnya.

Saat keluar dari penjara, masyarakat Korea Selatan marah atas tuduhan hukuman yang terlalu ringan. Masyarakat bahkan berkumpul pada saat pembebasan Cho dan melemparkan telur ke arah mobil yang ditumpanginya. Tidak berhenti di situ, masyarakat bahkan memadati lingkungan rumah Cho hingga merusak fasilitas dan menimbulkan kekacauan. Dilansir dari media Korea Selatan bahwa kemarin, 16 Desember 2020 pemilik tanah tempat Cho dan istrinya tinggal mengungkapkan bahwa ia telah melakukan pengusiran terhadap Cho. Hal tersebut terjadi karena sejak pembebasannya banyak penduduk di tempat tinggal itu yang memilih pindah karena merasa takut dan terganggu atas kehadiran Cho. Sejauh ini 100 polisi telah dikerahkan untuk berjaga di daerah tempat tinggal Cho Doo Soon.

Kelakuan keji Cho Doo Soon bahkan sudah diangkat ke dalam film berjudul “Hope” pada tahun 2013. Dilansir dari media Korea Selatan bahwa pemerkosaan itu bukanlah kasus kriminal pertamanya. Pada tahun 1995, Cho diketahui pernah dipenjara karena melakukan penyerangan terhadap pria berusia 60 tahun hingga tewas. Selain itu, catatan kriminal Cho menunjukan bahwa ia pernah didenda beberapa kali atas kejahatan kekerasan dan penyerangan.