Bulan Purnama Terbesar dan Paling Terang di Tahun 2020 Terjadi Malam Ini

Traveller, Writter and Researcher in Geosciences IAGI-FGMI-MAGI Instagram @topanrmdhans
Tulisan dari Topan Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Super Moon atau Bulan super adalah istilah yang digunakan oleh para astrolog untuk menggambarkan keadaan bulan penuh ketika bulan berada dalam posisi terdekatnya dengan Bumi (apsis/perigee). Istilah ini tidak diterima secara luas, terutama di kalangan ilmuwan. Secara spesifik, bulan super bisa merupakan bulan purnama atau bulan baru, yang jaraknya dengan bumi sekitar 10 persen atau kurang dari jarak lintasannya dengan bumi. Ketika fenomena ini terjadi, bulan tampak lebih besar dan lebih terang, meskipun perubahan jaraknya hanya beberapa kilometer (seperti dikutip id.wikipedia.org/wiki/Bulan_super).
Sedangkan pada malam ini, Kamis (8/4), akan terjadi Super Moon atau Bulan Purnama Perigee Supermoon, dikenal juga sebagai Super Pink Moon, Sprouting Grass Moon, Growing Moon, dan Egg-Egg akan menjadi Bulan Purnama terbesar dan paling terang tahun ini.
Berdasarkan penjelasan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia, bahwa 8 April 2020 terjadi Bulan Purnama (Supermoon). Berdasarkan penjelasan LAPAN RI dalam unggahan nya di Akun Instagram @lapan_ri,
"Bulan akan terletak di belakang bumi bila dilihat dari matahari dan wajahnya sepenuhnya diterangi cahaya matahari. Fase ini terjadi pada pukul 09:35 WIB. Jarak Bumi dengan Bulan adalah 357035 km (0,997 x jarak rata-rata bumi bulan) dengan ukuran diameter mencapai 33,47 menit busur. Bulan purnama ini dikenal oleh suku-suku Amerika awal sebagai Bulan Purnama penuh karna itu menandai munculnya lumut merah muda atau phlox tanah liar, yang merupakan salah satu bunga musim semi pertama. Bulan ini juga dikenal sebagai Sprouting Grass Moon, the Growing Moon, dan Egg Egg. Banyak Suku Pesisir menyebutnya Bulan Ikan Purnama karena ini adalah waktu di mana Ikan Salmon Berenang ke hulu untuk bertelur. Ini juga yang ketiga dari empat supermoon untuk tahun 2020. Bulan akan berada pada posisi terdekatnya dari Bumi dan mungkin terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang dari biasanya."
Menurut Hendra Suwarta, Kepala Bidang Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, yang dikutip dari Antara, menyatakan bahwa Masyarakat di seluruh Indonesia berpeluang menyaksikan keindahan Supermoon dari sekitar rumah. Ia menjamin, peristiwa tersebut tetap aman dari kemungkinan orang bisa terpapar COVID-19 yang saat ini tengah mewabah. “Aman (dilihat) dari rumah, aman juga dari COVID-19 karena lihatnya dari rumah,” ujarnya.
Selain itu berdasarkan di akun instagramnya @lapan_ri bahwa pada bulan ini juga terjadi fenomena astronomi lainnya yaitu seperti Hujan Meteor Lyrids pada 22 April 2020 dan fenomena Bulan akan terletak di sisi Bumi yang sama dengan Matahari dan tidak akan terihat di langit malam pada 23 April 2020.
