Sesar Opak: Patahan Tektonik yang Melintas di Sekitar Candi Prambanan

Traveller, Writter and Researcher in Geosciences IAGI-FGMI-MAGI Instagram @topanrmdhans
Tulisan dari Topan Ramadhan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Apa Itu Sesar? Dan Apa Sesar Opak Itu?

Sesar merupakan patahan pada batuan yang terbentuk akibat adanya gaya yang berasal dari dalam bumi seperti gaya tektonik maupun vulkanik. Sesar merupakan bidang diskontinuitas (ketidakmenerusan) dalam batuan, di mana telah ada perpindahan signifikan sebagai akibat dari gerakan massa batuan akibat gaya dari dalam bumi.
Sesar Opak merupakan sesar yang berada di sekitar Sungai Opak, di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Opak sendiri berhulu di Gunung Merapi, lalu mengalir ke selatan dengan muara menghadap ke langsung ke Samudra Hindia di Pantai Samas, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sesar Opak ini berarah timur laut-barat daya, searah relatif dengan Sungai Opak.
Sesar Opak terpetakan dalam Peta Geologi Regional Lembar Yogyakarta yang disusun oleh Wartono Rahardjo, Sukandarrumidi, dan H.M.D. Rosidi Pada Tahun 1977. Sesar tersebut bukan hanya hadir sebagai batas daerah dengan morfologi rendah Yogyakarta dengan tinggian Wonosari (Gunung Sewu), tetapi Sesar Opak adalah patahan yang juga merusak serta dianggap pemicu Gempa Bumi 6,3 SR yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006.
Sesar Opak Melewati Candi Warisan Dunia (UNESCO)
Pada Tahun 1991, UNESCO menamakan Prambanan Temple Compound yang merupakan Kompleks Candi Prambanan telah ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia (World Heritage). Hal tersebut menjadikan tanggung jawab Pemerintah Republik Indonesia untuk menjaga warisan dunia tersebut dari berbagai macam kerusakan seperti kerusakan dari ancaman gempa bumi.
Secara geologi, Kompleks Candi Prambanan berada di atas atas sesar aktif yaitu Sesar Opak, sesar yang pernah menimbulkan bencana dan kerusakan di Yogyakarta. Dengan kondisi tersebut, terdapat bahaya geologi yang mengancam kelestarian objek wisata andalan di Yogyakarta tersebut dan juga merupakan Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN).
Kajian-kajian mengenai Sesar Opak
Menurut Ira Maya Fathonah, Nugroho Budi Wibowo, dan Yosaphat Sumardi pada Tahun 2014 menyatakan bahwa Sesar Opak merupakan sesar normal atau disebut juga sesar turun dengan bagian barat relatif mengalami penurunan sedangkan pada bagian timur cenderung tetap dan bidang sesar berada di sebelah barat sungai Opak.
Selain teridentifikasi dalam peta geologi, pada Tahun 2011, tim penelitian dari UNDIP dan UGM yaitu M. Irham Nurwidyanto, Kirbani Sri Brotopuspito, Waluyo, Sismanto, menyatakan bahwa Sesar Opak juga terdeteksi dalam kajian geofisika di daerah tersebut melalui metode gravity. Kemudian itu, Sesar Opak memiliki kedalaman rata-rata berkisar antara 55-82 m, sedangkan pergeserannya berkisar antara 5-10 m (Egie Wijaksono., 2008).
Referensi:
Egie Wijaksono. 2008. Pemodelan Tiga Dimensi (3D) Zona Sesar Opak Bantul Yogyakarta Berdasarkan Data Anomali Bouguer Lengkap. Skripsi. Yogyakarta: UGM
Ira Maya Fathonah, Nugroho Budi Wibowo, Yoshaphat Sumardi., 2014. Identifikasi Jalur Sesar Opak Berdasarkan Analisis Data Anomali Medan Magnet dan Geologi Regional Yogyakarta. INDONESIAN JOURNAL OF APPLIED PHYSICS, Vol 4, No 02.
Nurwidyanto, M. Irham., Indriana, R.D., dan Darwis, Z.T,. 2007. Pemodelan Zona Sesar Opak di Daerah Pleret Bantul Yogyakarta dengan Metode Gravitasi. Berkala Fisika Vol 10. No.1
Nurwidyanto, M. Irham., Brotopuspito,.S., Waluyo., dan Sismanto. 2011. Study Pendahuluan Sesar Opak dengan Metode Gravitasi (Study Kasus Daerah Sekitar Kecamatan Pleret Bantul).Berkala Fisika Vol 14, No 1.
Wartono Rahardjo, Sukandarrumidi, dan H.M.D. Rosidi. 1977. Peta Geologi Lembar Yogyakarta. Bandung: Direktorat Geologi.
https://geologi.co.id/2006/06/01/peta-kerusakan-gempa-jogja-27-mei-2006 diakses pada 16 Maret 2021 pada pukul 07:10 WIB)
https://geologi.co.id/2010/08/22/patahan-opak-yang-unik/ diakses pada 16 Maret 2021 pada pukul 07:13 WIB)
