Konten dari Pengguna

Pelayanan Digital Tetap Memerlukan Pendampingan

Tora Andrean Aksani

Tora Andrean Aksani

Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tora Andrean Aksani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ASN mendampingi masyarakat dalam pelayanan digital; bukan dokumentasi kegiatan Pemkab Banyuwangi. Sumber gambar: Ilustrasi AI melalui ChatGPT (OpenAI).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ASN mendampingi masyarakat dalam pelayanan digital; bukan dokumentasi kegiatan Pemkab Banyuwangi. Sumber gambar: Ilustrasi AI melalui ChatGPT (OpenAI).

Menurut saya, penguatan kemampuan ASN harus mencakup keterampilan berkomunikasi dan mendampingi masyarakat. Pelayanan berbasis teknologi dapat menyulitkan warga apabila petugas hanya meminta mereka mengikuti prosedur tanpa memberikan penjelasan. Sebagai contoh, seorang warga lanjut usia mungkin membutuhkan bantuan untuk memahami formulir atau mengunggah dokumen meskipun layanan sudah tersedia secara daring. Situasi tersebut merupakan contoh kebutuhan pendampingan, bukan laporan kejadian tertentu di Banyuwangi. Oleh karena itu, aparatur perlu mampu menjelaskan persyaratan dengan sabar dan menyediakan bantuan agar kemudahan layanan dapat dirasakan berbagai kelompok masyarakat.

Evaluasi manajemen ASN Banyuwangi perlu melibatkan pengalaman warga agar pemerintah memperoleh gambaran mengenai hasil pelayanan. Penilaian internal dapat dilengkapi masukan masyarakat untuk mengetahui bagian yang sudah berjalan baik dan bagian yang perlu diperbaiki. Sebagai contoh, pemerintah dapat memantau waktu penyelesaian layanan, pengaduan yang ditindaklanjuti, serta kepuasan pemohon setelah menerima pelayanan. Ukuran tersebut perlu disesuaikan dengan jenis layanan dan diperiksa secara berkala agar hasilnya dapat dibandingkan secara wajar. Dengan demikian, evaluasi dapat menjadi dasar perbaikan pekerjaan, pengembangan kompetensi, dan pembagian tugas pegawai.

Pada akhirnya, menurut saya, manajemen ASN Banyuwangi akan semakin kuat apabila teknologi, kompetensi, dan tanggung jawab pelayanan dikembangkan bersama. Aplikasi membutuhkan pegawai yang mampu menggunakannya, sementara pegawai membutuhkan arahan dan penilaian yang adil. Sebagai contoh, hasil evaluasi layanan dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan pelatihan, memperbaiki prosedur, dan menyesuaikan penempatan aparatur. Langkah tersebut menghubungkan pengelolaan pegawai dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, keberhasilan manajemen ASN sebaiknya terlihat dari pelayanan yang lebih jelas, mudah diakses, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan.Sumber untuk dicantumkan di akhir artikel:

- Portal Smart Kampung Banyuwangi https://smartnew.banyuwangikab.go.id

- Presensi Pemkab Banyuwangi

https://presensi.banyuwangikab.go.id