Dukungan TGB, Kemajuan Besar bagi Jokowi

Direktur Eksekutif Riset Indonesia | Analis pada Exposit Strategic
Tulisan dari Toto Sugiarto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mulai dikenal secara nasional ketika menduduki posisi Gubernur Nusa Tenggara Barat. Kinerjanya yang terbilang baik dalam memimpin NTB, seperti dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok, pengembangan pariwisata termasuk wisata halal, dan upaya pengembangan wilayah lainnya merupakan prestasi yang melambungkan namanya.
Wacana agar dirinya ikut berlaga di kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 2019 muncul, menurut TGB, berawal dari kalangan alumni Al Azhar. Sejak wacana ini muncul, Doktor lulusan Universitas Al Azhar ini tampak mempersiapkan diri dan berupaya membentuk citra diri.
Berbagai pesan kebangsaan dan keislaman ia tebar di berbagai kesempatan. Kehidupan berbangsa yang harmonis dan nasionalisme menjadi isu yang ia lontarkan sehari-hari.
Baginya, wacana terkait pilpres harus berlangsung secara sehat. Perdebatan pilpres hendaknya tidak diwarnai primordialisme, apalagi memakai ayat-ayat perang, melainkan diisi gagasan-gagasan yang memajukan bangsa.
Arah politik TGB dalam menuju arena pilpres ini cukup unik. Awalnya, tokoh yang menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat NTB ini sempat diwacanakan untuk berpasangan dengan Prabowo Subianto ataupun AHY, namun setelah ia menyatakan dukungan bagi kepemimpinan Presiden Jokowi dua periode, mulai muncul wacana dirinya menjadi cawapres Jokowi. TGB sendiri merasa terhormat jika menjadi cawapres Jokowi.
Kenapa TGB menyeberang? Tokoh yang dipilpres 2014 mendukung Prabowo ini tampak menaruh simpati terhadap apa yang sudah dilakukan Jokowi. Jejak langkah Jokowi yang terlihat secara konsisten melakukan pembangunan di Indonesia Timur untuk mengejar ketertinggalan selama ini dari wilayah lain menjadi salah satu alasan dukungannya. Kerja nyata, menjadi alasan dibalik dukungan.
Dilihat dari sisi kepentingan politik TGB sendiri, langkah menyeberang ini merupakan keputusan strategis untuk berperan lebih luas dalam politik republik. Dengan menyatakan dukungan kepada Jokowi, terbuka kemungkinan untuk dilirik dan dijadikan cawapres Jokowi.
Sementara itu bagi Jokowi, dukungan TGB kepadanya merupakan kemajuan besar. Kesan salah kaprah bahwa “gerbong” politik Jokowi seakan sebagai kekuatan politik yang berhadapan dengan kelompok Islam, menjadi hilang.
Dukungan TGB menetralisir kesan tersebut. Selain itu, karena pilpres berlangsung serentak dengan pemilu legislatif, dukungan TGB terhadap Jokowi ini bisa juga memberi pengaruh pada perolehan suara parpol di pileg 2019.
TGB menjadi salah satu alternatif cawapres yang baik bagi Jokowi. Ia memenuhi beberapa kriteria seperti politisi luar Jawa, politisi yang dekat dengan kalangan Islam, dan politisi yang sudah bekerja nyata untuk rakyat. Kriteria-kriteria tersebut bisa menghasilkan suara yang signifikan dalam arena pilpres nanti.
