Konten dari Pengguna

Eksotisme Danau Aul

Travel Journal

Travel Journal

explore indonesia!

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Travel Journal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Eksotisme Danau Aul
zoom-in-whitePerbesar

Danau aul adalah danau alami yang terletak di desa Cibitung Pangalengan Kab. Bandung Selatan, tepatnya di kaki gunung wayang windu. Suasana yang sunyi dan sepi dirasakan ketika kita menjajaki daerah sekitar danau. Konon menurut warga sekitar tingkat kedalaman danau ini tidak pernah ada dasarnya. Sudah dicoba dengan menggunakan tali dengan panjang puluhan kilometer tetap tidak mencapai dasar danau. Selain itu sumber air di danau ini tidak pernah habis, pada satu ketika air danau ini disedot dengan menggunakan pompa tetapi kondisi air di danau tidak berkurang sedikitpun.

Cuaca yang diselimuti kabut dan ujung danau yang berbatasan dengan hutan liar menyajikan suasana mistis sekaligus misteri yang terdapat disekitarnya. Entah kenapa memang danau aul menyajikan pemandangan yang alami tetapi menyembunyikan rahasia di dalamnya yang penuh tanda tanya. Kita harus berhati-hati bila mengunjungi daerah pinggiran danau, karena dipenuhi rumput yang mengambang seolah-olah pijakan tetapi dibawahnya air. Maka bila kita salah mengambil jalan maka kita akan terperosok masuk ke dalam danau. Satu hal yang patut diwaspadai, daerah danau aul masih dihuni hewan liar terutama macan tutul yang selalu waspada mengintai mangsanya. Di pinggir danau terdapat sumber gas alam yang terus mengeluarkan asap putih tanpa henti. Di sisi lain deretan pohon yang begitu rapat menutupi lahan di sekitar danau sehingga bila sore tiba kita tidak bisa melihat sesuatu yang ada di dalamnya hanya ada bayangan gelap diselimuti kabut pegunungan. Saya mengunjungi danau ini pada sore hari setelah hujan mengguyur di hari sabtu tanggal 2 Mei 2015 bersama rekan-rekan dari #lostinpangalengan. Tiga hari kemudian suatu tragedi menimpa daerah Cibitung yang terkena musibah tanah longsor sehingga mengakibatkan meledaknya pipa penyalur gas pada tanggal 5 Mei 2015.

Eksotisme Danau Aul (1)
zoom-in-whitePerbesar

Longsor tersebut menggerus habis lahan pertanian dan rumah warga. Dikabarkan 20 orang menghilang dan 4 korban jiwa melayang. Situasi terakhir masih dilakukan pencarian korban oleh tim BPBD, TNI, POLRI, serta relawan yang tergabung tim evakuasi. Sungguh musibah yang tidak terduga dimana tiga hari sebelumnya kami melakukan hunting foto bersama rekan-rekan di daerah Cibitung, dan duduk istirahat di samping pipa gas yang meledak. Saya bersyukur masih diberi perlindungan dan diperlihatkan keindahan alam pasundan oleh Tuhan YME, tetapi disisi lain saya merasa sedih, saudara kita tertimpa bencana alam. Semoga mereka selalu diberi pertolongan dan amal mereka diterima oleh yang maha kuasa. 4 hari kemudian kami menggalang bantuan untuk korban bencana longsor, dan turun langsung ke lokasi pengungsian, alhamdulillah kami bisa mengumpulkan bantuan berupa sandang pangan dan uang yang dapat digunakan oleh para korban bencana longsor.

Semesta bicara tanpa bersuara, apa yang kita lakukan maka alam akan meresponya. Syukurilah keindahan alam ini dengan tidak merusak dan mengganggu kehidupan di dalamnya. Alam memberikan apa yang kita butuhkan tetapi dapat mengambil apa saja yang kita miliki bahkan nyawa sekalipun. Dari kejadian ini semoga ada nilai yang dapat diambil untuk menghargai setiap makhluk ciptaan tuhan. Ini catatan saya untuk kalian yang sama-sama menikmati dan mensyukuri alam pasundan.