Konten dari Pengguna

Tanpa TPA, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Bantu Dua Dusun Banyuglugur Atasi Sampah

Tresnaldi Galih Pratama

Tresnaldi Galih Pratama

Mahasiswa Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tresnaldi Galih Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa BBK 8 UNAIR bersama perangkat desa sekaligus perwakilan warga saat peletakan dan penyerahan tempat sampah pembakaran di Dusun Krajan, Desa Banyuglugur. (Foto: Kelompok 2 BBK 8 Banyuglugur)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa BBK 8 UNAIR bersama perangkat desa sekaligus perwakilan warga saat peletakan dan penyerahan tempat sampah pembakaran di Dusun Krajan, Desa Banyuglugur. (Foto: Kelompok 2 BBK 8 Banyuglugur)

Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga Kelompok Banyuglugur melaksanakan program kerja bidang lingkungan berupa peletakan dan penyerahan tempat sampah pembakaran di dua titik, yaitu Dusun Pesisir dan Dusun Krajan, Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Program ini bertujuan mendukung pengelolaan sampah di desa yang belum memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Sebelum pelaksanaan, mahasiswa lebih dulu berdiskusi dengan perangkat Desa Banyuglugur pada Selasa (21/7/2026) untuk menentukan titik lokasi penempatan tempat sampah pembakaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan desa. Dari hasil diskusi tersebut disepakati bahwa fasilitas dipasang di Dusun Pesisir dan Dusun Krajan.

Kegiatan pertama dilaksanakan di Dusun Pesisir pada Rabu (22/7/2026) pukul 10.00 hingga 16.00 WIB, dihadiri perwakilan warga Dusun Pesisir. Kegiatan kedua dilaksanakan di Dusun Krajan pada Minggu (26/7/2026) pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, dihadiri perwakilan warga Dusun Krajan.

Pada kedua kegiatan tersebut, rangkaian diawali dengan peletakan tempat sampah pembakaran di titik lokasi yang telah disepakati, dilanjutkan dengan serah terima fasilitas kepada perwakilan warga yang diberi tanggung jawab atas pengelolaannya. Usai peletakan, mahasiswa melakukan kegiatan bersih-bersih di sekitar lokasi agar area tetap rapi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan demonstrasi cara pembakaran sampah yang benar, sekaligus penjelasan mengenai tata cara penggunaan dan pemeliharaan tempat sampah pembakaran agar dapat dioperasikan dengan baik oleh perwakilan warga.

Kedua kegiatan ini dikoordinasikan oleh tiga mahasiswa yang sama, yaitu Ryandi Reyhan Fadhillah selaku penanggung jawab kegiatan, bersama Tresnaldi Galih Pratama dan Atilla Verel Arrizqi.

Salah satu perangkat Desa Banyuglugur, Arif, menyampaikan apresiasinya atas bantuan fasilitas tersebut. "Kita merasa terbantu, karena memang di Banyuglugur ini tidak ada TPA, jadi warga biasanya membakar sampahnya sendiri. Fasilitas pembakarannya sendiri juga masih kurang lengkap," ujarnya.

Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang layak bagi permukiman, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab di tingkat masyarakat.

Berita ini mendukung SDG 11: Sustainable Cities and Communities dan SDG 12: Responsible Consumption and Production.

Tag: #SDG11 #SustainableCitiesandCommunities #SDG12 #ResponsibleConsumptionandProduction #BBKUNAIR #UniversitasAirlangga #Banyuglugur #DusunPesisir #TempatSampahPembakaran #PengabdianMasyarakat