Konten dari Pengguna

Kenalkan Pestisida Alami, Mahasiswa KKN Bantu Petani Desa Siahap Lawan Hama

TRI ANDONI

TRI ANDONI

Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Medan yang memiliki minat besar pada dunia sains, khususnya di bidang sintesis bahan organik dan kimia analitik. Aktif mengeksplorasi ilmu pengetahuan sekaligus mengembangkan wawasan kimia di kehidupan sehari-hari .

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari TRI ANDONI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petani siap lawan hama tanaman

Ilustrasi Hama Tanaman Pixabay.com/Satya_1
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hama Tanaman Pixabay.com/Satya_1

Serdang Bedagai - Desa Siahap, Kecamatan Bintang Bayu, dikenal sebagai desa agraris dengan mayoritas warganya berprofesi sebagai petani. Sebagian besar lahan di desa ini ditanami singkong, karet, dan kelapa sawit yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat. Namun, produktivitas tanaman di daerah manapun sering terkendala oleh serangan hama, sehingga petani masih sangat bergantung pada pestisida kimia. Ketergantungan ini bukan hanya menambah biaya produksi, tetapi juga berisiko mencemari lingkungan serta berdampak pada kesehatan. Karena itu, pengenalan pestisida alami yang lebih murah, aman, dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan penting bagi petani Desa Siahap agar dapat menjaga hasil panen sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan.

Penggunaan pestisida kimia sintetis yang berlebihan tidak hanya berdampak pada tanaman, tetapi juga mencemari tanah, air, bahkan membahayakan kesehatan manusia. Di Desa Siahap, Kecamatan Bintang Bayu, mayoritas warga bekerja sebagai petani sehingga kebutuhan akan pestisida cukup tinggi. Melihat kondisi ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Medan berinisiatif mengenalkan pestisida alami berbahan daun-daunan sebagai solusi yang lebih aman dan ramah lingkungan.

Ilsutrasi Penyemprotan Pestisida Pixabay.com/Wuzefe

Pestisida Alami

Pestisida alami atau nabati adalah cairan yang dibuat dari ekstrak tumbuhan, terutama daun, yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut terbukti efektif mengusir hama sekaligus menjaga kesehatan tanaman. Beberapa tanaman yang dapat dijadikan pestisida alami antara lain lidah buaya (Aloe vera), pepaya (Carica papaya), daun sirih (Piper betle), hingga serai wangi (Cymbopogon nardus). Selain mudah dibuat, pestisida alami ini tidak menimbulkan residu berbahaya dan lebih ramah bagi lingkungan.

Pembuatan Pestisida alami/Dokumen Pribadi

Cara Pembuatan

Pembuatan pestisida nabati dilakukan dengan cara sederhana:

  1. Ambil daun segar (Daun Sirsak,Daun Pepaya,Daun Sirih, Lidah Buaya, Serai dan Bawang Putih).

  2. Cuci bersih, lalu tumbuk atau blender hingga halus.

  3. Tambahkan air secukupnya dan rendam beberapa saat agar senyawa aktif larut.

  4. Saring untuk memisahkan ampas dan ambil cairannya.

  5. Simpan larutan dalam wadah tertutup sebelum digunakan.

Untuk hasil yang lebih efektif, sebagian petani menambahkan sedikit sabun cair alami agar pestisida bisa menempel lebih lama di permukaan daun tanaman.

Aplikasi Pestisida

Larutan pestisida alami disemprotkan langsung ke bagian tanaman yang rentan hama, seperti daun, batang, dan buah. Penyemprotan ideal dilakukan pada pagi atau sore hari agar tidak cepat menguap. Dengan pemakaian rutin, pestisida nabati ini dapat mencegah serangan hama seperti ulat, kutu daun, hingga serangga kecil lainnya.

Foto Bersama Mahasiswa dengan Warga Desa Siahap/Dokumen Pribadi

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unimed berhasil membuka wawasan petani Desa Siahap bahwa bahan-bahan sederhana di sekitar bisa diolah menjadi pestisida alami yang efektif, murah, dan aman. Kehadiran inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia serta mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.