Konten dari Pengguna

Peran Orang Tua di Balik Kepercayaan Diri Anak

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tri haryanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ini hasil AI
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini hasil AI

Kepercayaan diri anak tidak tumbuh begitu saja, melainkan dibentuk melalui pengalaman sehari-hari yang banyak melibatkan orang tua. Di era modern yang serba cepat dan penuh perbandingan terutama melalui media sosial anak semakin rentan merasa tidak cukup baik. Dalam kondisi ini, peran orang tua menjadi fondasi utama yang menentukan apakah anak mampu mengenal dan menghargai dirinya sendiri atau justru tumbuh dengan keraguan.

Sikap orang tua dalam berkomunikasi sangat berpengaruh terhadap cara anak memandang dirinya. Anak yang sering didengarkan, dihargai pendapatnya, dan tidak langsung disalahkan ketika melakukan kesalahan akan belajar bahwa dirinya bernilai. Sebaliknya, kritik berlebihan, perbandingan dengan anak lain, atau tuntutan yang terlalu tinggi dapat mengikis rasa percaya diri anak secara perlahan, meski sering kali tidak disadari.

Di tengah kemajuan teknologi, pola asuh juga menghadapi tantangan baru. Orang tua bukan hanya dituntut untuk mengawasi penggunaan gawai, tetapi juga memberi pendampingan emosional. Ketika anak gagal, orang tua yang hadir untuk memberi dukungan bukan tekanan akan membantu anak memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, bukan akhir dari segalanya. Dari sinilah mental tangguh dan rasa percaya diri terbentuk.

Memberikan kesempatan anak untuk mengambil keputusan sederhana juga menjadi kunci penting. Membiarkan anak memilih pakaian, hobi, atau cara menyelesaikan tugas sesuai usianya dapat melatih kemandirian dan keyakinan pada kemampuan diri. Anak yang dipercaya akan belajar mempercayai dirinya sendiri, sekaligus memahami tanggung jawab dari setiap pilihan yang diambil.

Pada akhirnya, kepercayaan diri anak adalah cerminan dari lingkungan terdekatnya. Orang tua yang menjadi teladan dalam bersikap positif, menerima kekurangan, dan menghargai proses akan menanamkan nilai yang sama pada anak. Di era modern ini, peran orang tua bukan sekadar membesarkan anak yang pintar, tetapi juga membentuk pribadi yang yakin pada dirinya dan siap menghadapi tantangan masa depan.