Konten dari Pengguna

Belajar Bahasa Inggris Dengan Menjelajah Peristiwa Mengagumkan di Kampung Sewu

Tri Utami

Tri Utami

Mahasiswi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tri Utami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kampung Sewu atau Kelurahan Sewu, adalah Kelurahan di Kecamatan Jebres, Kota Surakarta. Daerah ini berada di tepian sungai Bengawan Solo yang legendaris. Pada zaman kerajaan di Nusantara, Bengawan Solo terenal sebagai jalur transportasi air. Karena letaknya yang bersebelahan dengan Bengawan Solo, dahulunya ada sebuah dermaga atau pelabuhan tua di Kelurahan Sewu yang terletak di Daerah Beton. Kampung Sewu juga dikenal sebagai pemukiman tertua di Kota Surakarta.

Tugu Apem Sewu yang terletak di Beton, Kampung Sewu, dulunya tempat ini merupakan pelabuhan kuno
zoom-in-whitePerbesar
Tugu Apem Sewu yang terletak di Beton, Kampung Sewu, dulunya tempat ini merupakan pelabuhan kuno

Kampung Sewu juga merupakan tempat bertapa Pangeran Mangkubumi sebelum bergelar Sultan Hamengkubuwono I. Di tempat ini pangeran Mangkubumi melakukan meditasi saat berjuang melawan penjajahan. onon katanya, tongkat Pangeran Mangkubumi ditancapkan di daerah Kampung Sewu dan menjelma menjadi pohon besar.

Situs pohon Pamrih yang berada di RW 06 Kampung Sewu, konon katanya merupakan jelmaan dari tongkat Sultan Hamengkubuwono I

Kampung Sewu juga memiliki kebudayaan turun temurun yang masih dilestarikan yaitu Grebeg Apem Sewu. Tradisi ini bermula ketika Kampung Sewu dilanda wabah penyakit. Kala itu ada seorang ulama bernama yai Ageng Gribig. Kyai Ageng Gribig Kemudian memberi saran kepada warga untuk membuat kue Apem sebanyak seribu lalu dibagikan untuk sedekah. Hal ini dimaksudkan supaya wabah penyakit bisa berakhir.

Mengingat Sejarah dan Kebudayaan Kampung Sewu yang menarik dan berharga, Tri Utami, Mahasiswa Sastra Inggris, Universitas Diponegoro yang sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sewu membuat program kerja berupa modul bilingual tentang sejarah Kampung Sewu yag diberi judul Explore Wonderful Events That Have Shaped Kampung Sewu yang ditujukan untuk bahan ajar di sekolah. Tri Utami memberikan luaran program kerja ini di SMP Negeri 21 Surakarta, yang merupakan satu-satunya SMP negeri di Kampung Sewu.

Tri Utami menyerahkan luaran program monodisiplin berupa modul bilingual di SMPN 21 Surakarta