Kenapa Kita Lari Saat Mengejar Lift, Tapi Setelah Masuk Malah Berdiri Diam?

mahasiswa sistem informasi S1 universitas pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari tria aulia firli tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Tria Aulia Firli - Mahasiswa S1 Sistem Informasi, Universitas Pamulang

Pernah nggak sih, kalian lagi jalan santai menuju lift, terus tiba-tiba lihat pintunya mulai nutup?
Padahal awalnya kita biasa aja. Jalan pelan, mungkin sambil main HP atau ngobrol. Tapi begitu lihat pintu lift hampir tertutup, kaki langsung berubah jadi lebih cepat.
“Eh, tunggu!”
Entah kenapa, kita merasa harus banget masuk ke lift itu. Padahal kalau dipikir-pikir, tinggal nunggu lift berikutnya juga bisa. Tapi tetap aja dikejar.
Kadang sampai lari kecil sambil bawa tas, napas mulai ngos-ngosan, dan berharap ada orang di dalam lift yang baik hati menekan tombol buka. Kalau akhirnya berhasil masuk, rasanya lega banget.
Padahal cuma masuk lift.
Tiba-Tiba Jadi Pelari
Menurutku, mengejar lift itu punya kekuatan aneh. Orang yang tadinya jalan santai bisa tiba-tiba berubah jadi pelari dalam hitungan detik.
Aku sendiri pernah mengalami hal seperti itu. Begitu melihat pintu lift mulai menutup, rasanya kaki langsung jalan lebih cepat tanpa sempat mikir panjang. Yang ada di kepala cuma satu, “Jangan sampai ketinggalan.”
Padahal belum tentu juga kalau ketinggalan bakal lama. Lift berikutnya mungkin cuma perlu ditunggu beberapa menit.
Tapi saat itu rasanya seperti lift yang sedang ada di depan mata adalah kesempatan terakhir. Kalau nggak dikejar, rasanya sayang banget.
Orang di Dalam Lift Kadang Jadi Penyelamat
Bagian paling menyenangkan menurutku adalah ketika ada orang di dalam lift yang melihat kita sedang mengejar.
Terus dia menekan tombol supaya pintunya terbuka lagi.
Rasanya kayak dapat bantuan dari orang asing. Dalam hati mungkin langsung bilang, “Wah, makasih banget.”
Hal kecil seperti itu sebenarnya sederhana, tapi bisa bikin kita senang. Apalagi kalau sebelumnya kita sudah lari-lari kecil dan takut pintunya keburu tertutup.
Tapi kalau orangnya nggak melihat?
Ya sudah. Pintunya tetap nutup.
Kita akhirnya cuma bisa berdiri di depan lift sambil menunggu yang berikutnya. Dan biasanya setelah itu baru muncul pikiran, “Ngapain tadi lari?”
Padahal Lift Berikutnya Nggak Lama
Ini yang menurutku paling lucu.
Kadang kita sudah lari sekuat tenaga demi masuk lift. Tapi kalau ternyata gagal, beberapa saat kemudian lift berikutnya datang.
Jadi sebenarnya tadi kita lari buat apa?
Mungkin karena kita memang nggak suka melihat sesuatu pergi di depan mata. Selama pintu lift masih terbuka, kita santai. Tapi begitu mulai tertutup, mendadak kita merasa harus mendapatkannya.
Padahal lift berikutnya juga akan datang.
Menurutku, hal seperti ini sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang sebenarnya biasa saja bisa terasa penting ketika kita merasa hampir kehilangan kesempatan untuk mendapatkannya.
Berhasil Masuk Rasanya Seperti Menang
Walaupun begitu, aku harus mengakui kalau berhasil masuk lift yang hampir tertutup memang ada rasa puasnya.
Apalagi kalau berhasil masuk tepat sebelum pintunya menutup. Rasanya seperti baru memenangkan perlombaan.
Padahal hadiahnya cuma berdiri di dalam lift.
Yang lebih lucu lagi, setelah masuk kita biasanya langsung berusaha terlihat biasa aja.
Berdiri diam.
Lihat HP.
Lihat angka lantai.
Pokoknya bersikap seolah-olah tadi nggak terjadi apa-apa.
Padahal beberapa detik sebelumnya baru saja lari. Napas mungkin masih belum normal, tapi tetap berusaha kelihatan santai.
Hal Kecil yang Bikin Kehidupan Jadi Lucu
Kalau dipikir-pikir, kejadian seperti ini sebenarnya sepele banget.
Cuma lift. Cuma lari beberapa meter. Cuma menunggu beberapa menit.
Tapi entah kenapa, kita bisa punya drama kecil sendiri dengan lift.
Menurutku, justru hal-hal kecil seperti inilah yang bikin kehidupan sehari-hari terasa lebih lucu. Kita bisa tiba-tiba jadi pelari hanya karena melihat pintu lift mau tertutup. Setelah berhasil masuk, kita kembali santai seperti nggak terjadi apa-apa.
Jadi kalau suatu hari kalian melihat seseorang lari mengejar lift, jangan heran. Mungkin beberapa detik lagi dia akan berdiri diam di dalam lift sambil pura-pura tenang.
Padahal baru saja melakukan sprint kecil demi naik ke lantai yang sebenarnya masih bisa dicapai dengan lift berikutnya.
Dan lucunya, besok mungkin kita akan melakukan hal yang sama lagi.
