Konten dari Pengguna

4 Macam Tes Yang Umumnya Menjadi Syarat Beasiswa Pascasarjana

Informasi Sofi

Informasi Sofi

Hello, Fellas! Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi siapapun yang membacanya. Kalo belum? Coba lagi lain kali :)

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Informasi Sofi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

4 Macam Tes Yang Umumnya Menjadi Syarat Beasiswa Pascasarjana
zoom-in-whitePerbesar

Gambar: Ilustrasi Tes Universitas| www.flickr.com by Scholarship Jubilee

Meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan impian bagi banyak sarjana. Karena kompetisi kerja semakin meningkat, standar yang ditentukan semakin tinggi. Jadilah angka pendidikan pascasarjana semakin meningkat setiap tahunnya.

Beasiswa pascasarjana saat ini banyak diadakan pemerintah. Misalnya beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Beasiswa tersebut termasuk beasiswa bergengsi mengingat jumlah pendaftarnya membludak setiap tahun.

Tidak heran karena fasilitas yang diberikan pun begitu lengkap. Dari mulai pembiayaan uang semesteran, uang buku, kesehatan, sampai uang wisuda pun ditanggung LPDP. Beasiswa yang berada di bawah Kementerian Keuangan itu tidak lepas dari incaran selebriti tanah air.

Sebut saja Tasya Kamila, penyanyi 'Anak Gembala' tersebut melanjutkan pendidikan magisternya di Columbia University, Amerika Serikat. Ia bisa menempuh pendidikan tersebut berkat pembiayaan dari LPDP.

Selain LPDP, ada beasiswa lain seperti PMDSU (Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul). Beasiswa ini mensyaratkan pelamarnya untuk memiliki promotor sebelum mengurus administrasi.

Promotornya pun dapat diakses di laman website PMDSU. Sehingga pelamar beasiswa tersebut tidak usah repot-repot mencari promotor di luar yang ditentukan PMDSU.

Apapun itu jenis beasiswanya, ada berbagai tes yang umum dijadikan penentu kelulusan pendaftarnya. Ini dia empat macam tes yang umumnya menjadi syarat beasiswa pascasarjana.

Tes bahasa asing

Ada berbagai macam tes bahasa asing yang diadakan berbagai lembaga. Perlu diketahui juga bahwa setiap tes bahasa asing memiliki perbedaan. Misalnya antara TOEFL dan TOEIC, meski keduanya diadakan oleh ETS atau Educational Testing Service yang berpusat di Amerika Serikat. Namun skor dan harga yang disyaratkan memiliki perbedaan standar.

Tes potensi akademik

Biasanya TPA yang diadakan Bapennas menjadi standar tes jenis ini di Indonesia. Misalnya saja untuk meneruskan pendidikan magister dan doktor di Universitas Indonesia. Skor TPA pun memiliki capaian angka rata-rata haruslah di range 475 atau lebih bagus lagi di atas angka itu.

Tes kesehatan

Kalau ini disyaratkan untuk para pelamar beasiswa LPDP. Apalagi untuk tes kesehatan pelamar beasiswa luar negeri. Ada berbagai jenis tes yang harus dilalui, seperti tes urin, tes bebas TBC, dan sebagainya.

Tes kemampuan menulis

Beasiswa apapun pastinya menginginkan pelamarnya bisa menulis dengan baik. Khususnya jika lolos tahap on the spot writing. Pelamar LPDP harus mampu menulis esai di tempat dengan peralatan yang disediakan panitia di lokasi.