5 Alat Produksi Yang Biasa Digunakan Saat Berjualan Thai Tea

Hello, Fellas! Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi siapapun yang membacanya. Kalo belum? Coba lagi lain kali :)
Tulisan dari Informasi Sofi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar: Thai Tea | www.flickr.com by James Koch
Hidangan minuman seperti Thai Tea sudah menjadi minuman favorit khususnya di kalangan anak muda. Kreativitas pembuatnya mampu menghasilkan minuman dengan rasa lezat dan aroma yang wangi khas negeri gajah.
Saking menjamurnya usaha Thai Tea dikarenakan sasaran pasar yang luas, gerai Thai Tea mudah kita temukan dari mulai mall, stasiun kereta api, bandara, bahkan kaki lima pinggir jalan dekat gang depan rumah.
Saat ini Thai Tea disajikan dalam dua jenis: Thai Tea bubuk dan Thai Tea authentic dari daun teh asli. Thai Tea asli dari daun teh dijual dengan harga lebih tinggi. Jika biasanya Thai Tea bubuk dijual lima ribu sampai tujuh ribu maka Thai Tea asli daun teh dijual dua kali lipatnya.
Selain menjadi pembeli setia Thai Tea jika kita sudah ketagihan minuman tersebut makan kita bisa membuatnya sendiri di rumah. Siapa tahu nanti akan menjadi sebuah bisnis yang cukup serius jika kita menekuni hobi dengan serius pula? Ada sedikitnya 5 alat produksi yang biasa digunakan saat berjualan Thai Tea.
Roda
Penjual mana yang tidak menggunakan roda sebagai alat bisnisnya? Meski kamu sudah membuka bisnis dengan memiliki tempat sendiri, roda tetap menjadi wadah besar yang bisa menampung berbagai jenis peralatan.
Alat pemanas
Karena Thai Tea haruslah selalu ada dalam suhu panas. Thai Tea disajikan setelah dicampur dengan berbagai jenis perasa. Seperti susu, krimer, dan gula. Karenanya alat pemanas seperti kompor gas harus selalu diperiksa keutuhannya agar aktivitas jualan lancar.
Teko alumunium
Ini juga penting sebagai alat untuk menjaga suhu cairan teh tetap panas. Alat pemanas yang digunakan haruslah terbuat dari alumunium. Bahan tersebut awet digunakan dalam aktivitas berjualan selama beberapa tahun.
Wadah es batu
Setelah diaduk dalam suhu air panas dan berbagai campuran perasa, selanjutnya Thai Tea dicampur dengan es batu. Dalam setiap sajian satu gelas Thai Tea, es yang dituangkan idealnya sepertiga ukuran gelas karena untuk meredam suhu panas tadi.
Alat saji (gelas, sedotan, kresek)
Jangan lupa, penjualan Thai Tea untuk pembeli disajikan menggunakan gelas plastik, sedotan, dan kresek. Jadi, setiap pembeli tinggal minum tanpa direpotkan harus ikut mengemas akibat penggunaan alat yang kurang memadai.
