5 Alasan Mengapa Kamu Tidak Boleh Pamer di Media Sosial

Hello, Fellas! Semoga tulisan ini memberi manfaat bagi siapapun yang membacanya. Kalo belum? Coba lagi lain kali :)
Tulisan dari Informasi Sofi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Media sosial dapat kita gunakan sesuka hati untuk bermacam tujuan. Termasuk tujuan negatif seperti pamer. Bahkan Tere Liye menyebut dengan jelas tujuan orang mengupload quotes karyanya untuk pamer.
Bukan hanya soal kata-kata tetapi juga perilaku apapun dari kita yang menggambarkan bahwa kita ingin pamer sesaat. Inilah sebab mengapa kita tidak boleh sembarang unjuk diri di media sosial.

Prasangka negatif orang di sekitarmu
Ingatlah bahwa media sosial bukan milikmu semata meski segala postingan berasal dari pemikiran dirimu dan akun milikmu. Ada lingkaran kelompok di sekitarmu yang tidak nyaman saat kamu posting foto 'pamer' terus-terusan.
Disalahgunakan orang lain
Terlalu percaya diri bukan hanya merugikan diri sendiri di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Misalnya gemar selfie karena merasa tampilan diri cantik. Lama-kelamaan fotomu bisa disalahgunakan orang lain untuk tujuan kriminal.
Jadi bahan bully akun hits
Zaman sekarang orang bisa mengambil fotomu sesuka hati mereka meski akunmu diprivat, selalu ada jejak digital. Bagaimana jika ada orang jahil menjadikanmu contoh buruk lalu mengirimkannya ke akun hits?
Kebahagiaan semu
Renungkanlah kembali tujuanmu mengupload banyak hal di media sosial itu tujuannya untuk apa? Tentunya untuk 'menunjukan sesuatu', karenanya berhentilah membagikan fotomu seolah bahagia padahal menutupi kekurangan di dunia nyata. Lama-kelamaan kebahagiaan semu yang kamu bagikan itu mengganggu pikiran.
