Konten dari Pengguna

Scroll Medsos Berjam-jam: Apa yang Sebenarnya Kita Cari?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trihendriyz tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Gambar Hasil AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gambar Hasil AI

Pernah berniat membuka media sosial hanya lima menit, tetapi tanpa sadar sudah menghabiskan waktu hampir satu jam? Hal seperti ini mungkin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Awalnya hanya ingin melihat satu video atau membaca satu unggahan, tetapi setelah selesai melihatnya, muncul konten lain yang membuat kita kembali melakukan scrolling. Tanpa terasa, waktu pun berlalu begitu saja.

Media sosial saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, terutama anak muda. Melalui media sosial, kita bisa mendapatkan informasi, berkomunikasi dengan teman, mengikuti berbagai tren, hingga mencari hiburan. Hanya dengan menggunakan HP, berbagai macam konten dapat ditemukan dalam waktu singkat. Kemudahan inilah yang membuat media sosial begitu sulit untuk ditinggalkan.

Namun, pernahkah kita bertanya, mengapa kita bisa terus scrolling meskipun sebenarnya tidak ada sesuatu yang sedang dicari? Salah satu alasannya mungkin karena rasa penasaran terhadap konten berikutnya. Setelah satu video selesai, kita ingin melihat video lain. Setelah membaca satu unggahan, kita penasaran dengan unggahan berikutnya. Akhirnya, aktivitas scrolling terus berlanjut tanpa tujuan yang jelas.

Sebenarnya, apa yang kita cari ketika menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial? Jawabannya bisa berbeda bagi setiap orang. Ada yang mencari hiburan setelah menjalani aktivitas yang melelahkan, ada yang ingin mengetahui informasi terbaru, ada pula yang hanya ingin menghilangkan rasa bosan. Media sosial juga bisa menjadi tempat untuk mencari koneksi dan mengikuti kehidupan orang lain.

Masalahnya muncul ketika kebiasaan tersebut mulai mengambil terlalu banyak waktu. Waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar, mengerjakan tugas, membaca, berolahraga, atau beristirahat bisa tergantikan oleh aktivitas scrolling. Bukan hanya waktu yang terbuang, perhatian kita juga bisa menjadi lebih mudah teralihkan ketika terlalu sering berpindah dari satu konten ke konten lainnya.

Meski begitu, bukan berarti media sosial harus sepenuhnya ditinggalkan. Media sosial juga memiliki banyak manfaat jika digunakan dengan bijak. Kita bisa memanfaatkannya untuk mencari pengetahuan, mengikuti akun edukasi, mendapatkan informasi yang bermanfaat, atau sekadar menikmati hiburan setelah menyelesaikan kewajiban. Yang penting adalah mengetahui kapan kita menggunakan media sosial karena memang membutuhkan sesuatu dan kapan kita hanya menggunakannya karena merasa bosan.

Mungkin mulai sekarang kita bisa mencoba bertanya kepada diri sendiri sebelum membuka media sosial: “Saya sedang mencari apa?” Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu kita menyadari tujuan ketika menggunakan media sosial. Jika memang ingin mencari informasi atau hiburan, gunakan secukupnya. Namun, jika ternyata kita hanya membuka media sosial karena tidak tahu harus melakukan apa, mungkin sudah waktunya meletakkan HP dan melakukan kegiatan lain.

Pada akhirnya, scrolling media sosial bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita mengatur waktu dan tujuan penggunaannya. Karena terkadang, setelah berjam-jam scrolling, kita baru menyadari bahwa sebenarnya tidak ada sesuatu yang benar-benar kita cari. Mungkin yang kita cari hanyalah cara untuk mengisi waktu yang kosong.