Ada Apa di Hari Desertifikasi dan Kekeringan?

Konsultan di lembaga pembangunan international dan dosen
Tulisan dari Trimo Pamudji Al Djono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah hampir satu bulan sejak dirayakannya Hari Penanggulanan Penggurunan (Desertifikasi) dan Kekeringan yang diselenggarakan tiap tanggal 17 Juni, namun saya masih sangat gregetan karena ternyata banyak masyarakat di Indonesia tidak tahu mengenai makna diselenggarakan hari tersebut.
Saya menulis ulang peringatan hari tersebut di kolom ini dimana sebelumnya saya telah menulis di laman facebook saya sekedar untuk memberitahu dan mengingatkan ada apa di tanggal 17 Juni tersebut. Walaupun tulisan saya pendek dan hanya sedikit yang komen, namun paling tidak berhasil menginformasikan bahwa ada sesuatu di tiap tanggal tersebut mengenai peringatan warga bumi terkait kepedulian lingkungan.
Pada tahun 2020 ini fokus peringatan ini adalah mengubah sikap publik/masyarakat dimana menjadi pendorong utama desertifikasi dan degradasi lahan: "produksi dan konsumsi manusia yang tiada henti".
Desertifikasi berasal dari kata desert atau berarti gurun, sehingga arti desertifikasi berarti penggurunan atau lahan hijau yang berubah menjadi gurun dan kering.
Ketika populasi manusia menjadi lebih banyak, lebih kaya, dan lebih perkotaan, ada permintaan yang jauh lebih besar untuk tanah dalam menyediakan makanan, pakan ternak, dan serat untuk pakaian. Sementara itu, kesehatan dan produktivitas lahan pertanian yang ada malah menurun, diperburuk oleh perubahan iklim.
Untuk memiliki lahan produktif yang cukup bagi pemenuhan tuntutan sepuluh miliar orang pada tahun 2050, maka gaya hidup masyarakat perlu diubah. Kalau tidak, maka tidak cukup lahan di bumi ini digunakan memproduksi makanan bagi manusia dan hewan, serta penyediaan serat untuk pakaian.
Hari Penanggulangan Desertifikasi dan Kekeringan, menggunakan slogan “Makanan, Pakan, dan Serat (Food, Feed, and Fibre or 3F)" berusaha untuk mendidik individu tentang cara mengurangi dampak lingkungan melalui perilaku pribadi mereka.
Perilaku pribadi harus dimulai dari diri sendiri. Contoh praktis adalah membeli makanan secukupnya bagi kebutuhan kita. Misal, saat berada di restoran, maka belilah makanan secukupnya yang dimakan habis sesuai takaran perut kita. Jangan sampai membeli sesuatu menghasilkan sisa yang harus dibuang. Demikian juga dengan penggunaan pakaian, jangan membeli pakaian yang kemudian hanya dipakai sekali atau dua, selebihnya disimpan atau malah tidak dipakai lagi. Perilaku demikian mengajarkan kita hidup sederhana, melatih sikap sensitif, dan tentu sikap peduli menjaga kelestarian lingkungan. Dalam konteks ini turut mengurangi produktifitas lahan dalam mengolah bahan baku makanan dan pakaian, dan secara tidak langsung mengurangi penambahan lahan produktif.
Makanan, pakan, dan serat juga harus bersaing dengan kota-kota yang berkembang dan industri yang menggunakan bahan bakar. Artinya selain penggunaan lahan yang masif untuk produksi, teknologi berbahan bakar telah membantu mempercepat peningkatan produksi dan perusakan lahan. Hasil akhirnya adalah bahwa tanah dikonversi dan terdegradasi dengan laju yang tidak stabil, merusak produksi, ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Ibrahim Thiaw, selaku Executive Secretary of the UN Convention to Combat Desertification, mengatakan:
"Jika kita terus berproduksi dan mengonsumsi seperti biasa, kita akan makan dalam kapasitas planet ini untuk mempertahankan kehidupan sampai tidak ada yang tersisa selain cangkangnya saja. Kita semua perlu membuat pilihan yang lebih baik tentang apa yang kita makan dan apa yang kita kenakan untuk membantu melindungi dan memulihkan tanah. "
Pesan ini jelas mengatakan bahwa bahwa masyarakat dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membuat planet bumi ini habis menyisakan cangkang karena pola konsumsi kita, atau kita harus mulai berubah untuk membantu melindungi dan memulihkan planet bumi ini.
Jangan sampai ada Thanos yang menjentikkan tangannya guna menghilangkan separuh penduduk di bumi demi untuk memulihkan bumi ini menjadi lebih lestari.
Salam,
Trimo
