Konten dari Pengguna

KKN UMY Reguler 027 Sosialisasikan JUMANTIK di Padukuhan Temanggung

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN REGULER 027 UMY tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Reguler 027 melaksanakan kegiatan Sosialisasi Juru Pemantau Jentik (JUMANTIK) di Padukuhan Temanggung, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Sosialisasi ini dilaksanakan setelah kegiatan Posyandu Balita yang bertempat di Balai Padukuhan Temanggung, sebagai bagian dari program kerja bidang kesehatan lingkungan.

Mahasiswa KKN UMY Reguler 027 bersama Puskesmas Saptosari menyampaikan sosialisasi JUMANTIK kepada warga Padukuhan Temanggung setelah kegiatan Posyandu Balita di Balai Padukuhan Temanggung, Gunungkidul.
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa KKN UMY Reguler 027 bersama Puskesmas Saptosari menyampaikan sosialisasi JUMANTIK kepada warga Padukuhan Temanggung setelah kegiatan Posyandu Balita di Balai Padukuhan Temanggung, Gunungkidul.

Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Saptosari sebagai mitra tenaga kesehatan. Dalam kegiatan ini, warga mendapatkan penjelasan mengenai peran JUMANTIK dalam memantau keberadaan jentik nyamuk di lingkungan rumah tangga serta pentingnya upaya pencegahan DBD sejak dini.

Materi yang disampaikan meliputi pengenalan nyamuk Aedes aegypti, siklus hidupnya, serta penerapan langkah 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, memanfaatkan kembali barang bekas, dan melakukan upaya pencegahan tambahan lainnya. Penyampaian materi dilakukan secara sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Sosialisasi JUMANTIK oleh KKN UMY Reguler 027 bersama Puskesmas Saptosari di Balai Padukuhan Temanggung, Gunungkidul.

Perwakilan Puskesmas Saptosari menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan DBD. “Pemantauan jentik secara rutin di lingkungan rumah merupakan langkah efektif untuk menekan risiko penyebaran DBD. Peran aktif warga menjadi kunci keberhasilan pencegahan,” ujarnya.

Sosialisasi ini diikuti oleh warga Padukuhan Temanggung dengan antusias. Masyarakat diajak mengenali titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti bak mandi, tempat penampungan air, serta barang-barang bekas di sekitar rumah. Melalui kegiatan ini, warga didorong untuk menerapkan pemantauan jentik secara mandiri dan berkelanjutan.

Koordinator KKN UMY Reguler 027 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta menekan potensi kasus DBD di wilayah Padukuhan Temanggung.