1 dari 4 Kura-kura Langka yang Tersisa di Bumi, Mati Usai Diinseminasi

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Kabar duka datang dari Kebun Binatang Suzhou di China Selatan. Seekor kura-kura langka yang menghuni kebun binatang itu ditemukan mati belum lama ini. Yang menyedihkan, kura-kura yang diperkirakan berusia 90 tahun itu adalah satu dari 4 jenis kura-kura terlangka yang masih ada di atas bumi. Dengan kematiannya, kini hanya tersisa 3 ekor kura-kura sejenis di dunia ini.
Kura-kura langka ini adalah kura-kura jenis Yangtze softshell atau dikenal pula dengan sebutan Rafetus Swinhoei. Kura-kura bertempurung lunak ini bisa tumbuh hingga berukuran sangat besar.
Baca Lainnya : Diperkirakan Punah 100 Tahun, Kura-kura Raksasa Ditemukan Hidup
Dilansir dari BBC, kura-kura ini sendiri ditemukan dalam kondisi mati setelah peneliti mencoba membuahinya untuk kepentingan konservasi. Para ahli sebelumnya diketahui telah mencoba membuahi kura-kura itu secara artifisial untuk kelima kalinya sampai sesaat sebelum dia mati.
Spesies ini terancam punah karena perburuan, penangkapan ikan yang berlebihan, serta perusakan habitatnya. Seekor kura-kura jantan yang masih tersisa berada di kebun binatang China, sementara dua ekor kura-kura lainnya hidup di alam liar di Vietnam.
Baca Lainnya : Kura-Kura Lumpur Hampir Punah, Hanya Tersisa 100 Spesies
Sifat kura-kura yang sulit dipahami ini membuatnya sulit untuk diidentifikasi jenis kelaminnya. Staf lokal dan para ahli internasional telah berupaya untuk membuahi kura-kura betina ini 24 jam sebelum dia mati.
Mereka mengatakan tidak ada komplikasi akibat operasi dan kura-kura itu didiagnosa dalam keadaan sehat, tetapi kondisinya memburuk pada hari berikutnya. Penyebab kematiannya sedang diselidiki dan jaringan ovariumnya dikumpulkan untuk penelitian di masa depan. [RN]
