5 Fakta Unik Populasi Gorila Si Kerabat Terdekat Manusia

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Gorila merupakan kerabat terdekat manusia, karena 98 persen DNA-nya mirip. Namun keberadaan gorila di muka bumi populasinya terus menurun. Menurut Fiona Maisels, ilmuwan konservasi dan Wildlife Conservation Society dan University of Stirling, populasi gorila di dunia akan berkurang hingga setengahnya pada 2040.
Primata terbesar ini mengonsumsi sayur-sayuran, terkadang juga makan serangga kecil. Gorila dikelompokkan sebagai binatang omnivora atau pemakan segala. Gorila berasal dari hutan tropis di Afrika.
Berikut 5 fakta menarik tentang gorila, dari berbagai sumber:
1. Jumlah populasi gorila gunung di Afrika Timur mencapai lebih dari seribu 1.000

Ternyata jumlah populasi gorila, khususnya gorila gunung di Afrika Timur hanya 604 ekor pada Juni 2016. Jumlah ini naik dibanding tahun 2010 yang berjumlah 480 ekor. Populasi gorila bahkan mencapai titik terendah yakni 242 ekor pada tahun 1981.
Sementara itu, sensus yang dilakukan pada 2011 menemukan sekitar 400 gorila di Taman Nasional Bwindi, Uganda.
2. Benteng terakhir habitat gorila di Taman Nasional Virunga terancam

Taman Nasional Virunga merupakan salah satu benteng terakhir habitat gorila. Namun saat ini, taman di Kongo ini akan segera musnah karena kementerian lingkungan Republik Demokratik Kongo diduga telah menyerahkan tiga konsesi penebangan di hutan hujan Lembah Kongo ke perusahaan penebangan milik Cina.
Pemerintah Kongo dilaporkan juga berencana untuk melakukan eksplorasi minyak di Virunga.
3. Jumlah populasi gorila lebih banyak dibanding simpanse di Afrika Tengah

Peneliti Wildlife Conservation Society menemukan lebih dari 361 ribu ekor gorila di dataran rendah barat dan hampir 129 ribu ekor simpanse yang menghuni hutan di Afrika Tengah. Data yang dikumpulkan antara 2003 dan 2013 ini diambil di lima negara di Afrika Tengah bagian barat.
Jumlah gorila sekitar 30 persen lebih banyak dari yang diperkirakan sebelumnya, sementara jumlah simpanse lebih banyak sekitar 10 persen.
4. Perburuan yang meningkat pesat

Perburuan binatang langka termasuk gorila terus meningkat. Di Afrika Tengah permintaan daging satwa liar berada pada tingkat mengkhawatirkan. Hal ini didukung adanya senjata modern, telepon seluler, transportasi yang murah, dan tentu saja permintaan masyarakat akan daging satwa liar yang tinggi.
5. Ditemukan populasi baru

Sampai sekarang diperkirakan hanya 15 gorila yang diyakini hidup di Taman Nasional Maiko Afrika. Namun para ahli biologi menduga sebaliknya. Hutan lindung yang hampir tak tertembus ini dipastikan mampu melindungi lebih banyak gorila yang terancam punah. [KW]
