Konten dari Pengguna

8 Spesies Burung Punah Akibat Deforestasi di Amerika Selatan

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Makaw spix atau burung bayan, banyak dikenal sebagai inspirasi tokoh film animasi Rio, secara resmi telah punah. Burung dengan nama latin Cyanopsitta spixii ini telah terdaftar di antara delapan spesies burung yang telah punah di Amerika Selatan dalam dekade terakhir dalam sebuah studi baru yang dilakukan oleh BirdLife International.

Kepunahan burung dikaitkan dengan spesies kepulauan yang sensitif terhadap organisme invasif dan perburuan. Kepunahan baru ini terkait dengan masalah yang berkembang di Amerika Selatan, apalagi kalau bukan penggundulan hutan.

Stuart Butchart, ilmuwan yang memimpin penelitian BirdLife International mengatakan bahwa, kepunahan di Amerika Selatan adalah bukti jika saat ini terjadi krisis di tempat-tempat yang secara historis bebas dari peristiwa semacam itu. Semua karena penghancuran habitat alami alias deforestasi.

Baca Lainnya : Bolivia Ciptakan Area Sarang Buatan untuk Burung Makaw yang Hampir Punah

Di masa lalu, sekitar 90 persen kepunahan burung terjadi di pulau-pulau terpencil. Namun, Stuart mengatakan jika studi baru menunjukkan peningkatan kejadian kepunahan di benua besar akibat hilangnya habitat dari pertanian yang tidak berkelanjutan, drainase dan penebangan.

Saat ini, lebih dari 26.000 spesies burung di ambang kepunahan. Dengan jumlah yang terus meningkat, para ilmuwan memperingatkan bahwa manusia dapat mengantar peristiwa kepunahan global lainnya.

Setengah dari burung yang baru-baru ini punah berasal dari Brasil. Makaw Spix terakhir terlihat di alam liar pada tahun 2000, meskipun burung tersebut dibesarkan di penangkaran. Para ilmuwan berharap dapat memperkenalkan kembali burung tersebut di beberapa wilayah di masa depan.

Baca Lainnya : Di Taman Bermain Ini, Burung Gagak akan Dipekerjakan Sebagai Pemungut Sampah

Harapan itu tidak akan terjadi pada spesies burung yang telah punah. The Alagoas Foliage-gleaner, Cryptic Treehunter dan Poo-uli, misalnya, tidak akan pernah terlihat lagi.

Selain delapan spesies burung yang sudah punah, ada 51 spesies lain yang sangat terancam punah. Stuart dan timnya berharap temuan mereka akan mempromosikan upaya konservasi di masa depan untuk menyelamatkan spesies burung ini dari kepunahan. [DF]