Ada di Jalur Sesar Palu Koro, Kerusakan di Perumahan Balaroa Paling Parah

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Gempa di Palu Sulawesi Tengah terjadi karena pergerakan sesar Palu Koro. Karena itu, daerah yang berada di jalur sesar Palu Koro paling terdampak akibat bencana ini.
Perumahan Balaroa, Palu yang berada di atas jalur sesar Palu Koro pun disebut sebagai daerah yang paling parah mengelami kerusakan. Saat gempa terjadi, Badan Nansional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, saat bencana terjadi tanah di perumahan itu sampai ambles hingga sedalam 5 meter.
"Mekanisnya saat gempa terjadi, ada penurunan ambles 5 meter," ucap Kepala Humas dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (1/10).
Baca Lainnya : Tiga Hari Usai Gempa Palu, Jumlah Korban Meninggal Capai 1.203 Jiwa
Ia menambahkan, kondisi tanah fluktuatif sehingga, selain ada tanah yang turun hingga 5 meter, ada juga jalan yang naik hingga ketinggiannya melebihi rumah.
"Ada juga jalanan naik setinggi rumah," imbuhnya.
Sutopo mengamini kalau kondisi ini terjadi karena perumahan itu berada tepat di atas jalur sesar Palu Koro. Karena itu, total ada 1.477 unit rumah yang rusak di perumahan ini.
"Ketika gempa, mekanismenya naik-turun, jadi ada sebagian rumah yang ambles dan tinggi," ungkapnya.
Baca Lainnya : Ribuan Korban Gempa Masih Tertimbun di Palu dan Sigi
Selain merusak rumah, diprediksi hingga saat ini ratusan korban masih ada yang tertimbun BNPB di rumah mereka.
"Diperkirakan ratusan korban masih tertimbun," ujar Sutopo lagi.
Menurut Sutopo, evakuasi di Balaroa sulit dilakukan karena posisi tanah yang tidak stabil. Dia menjelaskan sejauh ini proses evakuasi masih dilakukan secara manual.
"Proses evakuasi masih menggunakan metode manual," kata Sutopo. [RN]
