Ajaib, Rahim Ibu di Pekanbaru Ini Kosong, Tapi Melahirkan Bayi Laki-Laki

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Seorang warga di Pekanbaru, Ice Luciana, baru saja melahirkan bayi keduanya berjenis laki-laki di Rumah Sakit Sansani. Ucapan selamat pantas diberikan kepadanya karena sebelumnya mengandung tak normal, yaitu bayi berada di luar rahim atau hamil anggur.
Biasanya, kandungan jenis ini jarang selamat, hanya satu di antara 600 juta kasus, dan pertama kali di Riau. Proses kelahirannya dilakukan melalui operasi pada Rabu, 29 Agustus 2018.
Kini, Ice masih terbaring di ruang perawatan. Bayinya masih di tabung inkubator. Kondisi bayi terus dipantau karena memang berbeda ukuran dengan bayi normal lainnya, yaitu hanya berbobot 1,7 kilogram dan panjang 42 centimeter.
Kepada wartawan, perempuan 35 tahun ini menceritakan, sejak dinyatakan hamil dirinya sudah merasa aneh. Sering sakit di ulu hati tapi dianggapnya biasa karena bayinya adalah laki-laki.
Baca Lainnya: Tanda Lahir Raksasa Tutupi Seluruh Punggung Bayi, Ibu Syok
Sudah beberapa kali diperiksa di berbagai tempat, mulai dari rumah sakit hingga klinik. Tak ada satupun dokter yang mendeteksi kelainan. Dirinya hanya diberi obat dan disuntik untuk mengurangi sakit luar biasa di ulu hatinya.
Hingga akhirnya dia bersama suaminya, Afrizal, datang ke Klinik Annisa di kawasan Panam. Dari USG yang dilakukan, terlihat posisi bayi tak normal atau sungsang.
"Kata dokter, bayinya sungsang. Makanya, orang klinik menyebut bahwa saya tak bisa lahir normal. Makanya dirujuk ke RS Sansani," sebut Ice.
Sebentar saja Ice berada di ruang IGD. Karena kondisinya darurat, tim dokter langsung bergerak cepat. "Palingan cuma lima menit di IGD," kata dr Budi SpOG, yang menangani Ice.
Setelah sekitar satu jam, operasi selesai. Banyak kondisi yang tak normal terjadi pada Ice. "Saat kita operasi, rahim kosong. Tak ada janin di sana. Bayi berada di rongga perut," sebutnya.
"Plasenta masih tersambung dengan ibu. Kita juga takutkan pendarahan. Lalu kita jahit. Kita kasih anti pendarahan. Kita pasang slang di perut," sambung Budi.
Dia sempat khawatir bahwa bayi tidak bisa selamat. Namun, karena kesigapannya, bayi dapat terselamatkan. "Bayi selamat, ini selamat. Itu yang penting bagi kita. Ibunya, Alhamdulillah tidak ada lagi pendarahan," ujar dia.
"Ini yang namanya takdir. Tak terlepas dari kekuasaan Allah, dari 600 juta kasus yang sama, hanya bisa satu yang bisa selamat," kata Budi.
Budi menjelaskan, janin di luar rahim ini memang langka terjadi. Itu disebabkan karena pembuahan yang tak normal. Seharusnya, pembuangan terjadi di rahim, namun sel telur keluar dari rahim.
Baca Lainnya: Nila Moeloek: Peran Ibu Menentukan Budaya Kesehatan di Keluarga
"Saat pembuahan, di hari ke tujuh, sel telur masuk ke rongga rahim. Tapi ini jatuh ke rongga perut. Perpindahan ke tuba itu tak bagus," ujarnya.
Sementara dokter anak, Pengekuten SpA menyebut, kondisi bayi yang dilahirkan Ice, sudah berangsur normal. Namun saat ini pernapasan masih dibantu dengan alat.
"Bayinya normal. 30 detik setelah melahirkan, anak menangis. Lalu kita pindahkan ke ruang khusus, untuk perawatan intensif. Setelah kita lihat kondisi bayi, dia akan mampu bertahan hidup. Ini ajaib juga," ujarnya.
Untuk sementara, pihaknya masih melakukan pemeriksaan, jika ada kelainan. "Sampai sekarang, belum ada kita temukan kelainan. Pencernaan bagus, jantung bagus, pernapasan sudah membaik setelah dibantu alat," kata dia.
Hingga kini, Ice belum memberi nama kepada anak keduanya itu. Dia menyebut akan membicarakan bersama suaminya. (M Syukur)
