Aneh, Salamander Raksasa Punya Insang Mirip Pohon Cemara

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Diberi nama Siren reticulata, hewan ini memiliki kemiripan dengan belut daripada salamander karena tubuh panjang dan tanpa kaki belakang. Bahkan, bentuk tubuhnya dan pola tutul membuatnya diberi belut macan tutul, kata para ilmuwan dalam sebuah penelitian baru.

Insang Siren reticulata ini mirip daun pohon cemara. Foto: Science Alert.
Panjang Siren reticulata mencapai 60 sentimeter. Merupakan salah satu hewan terbesar dengan tulang punggung lebih dari satu abad, menurut pembelajaran. Memiliki delapan kaki depan, hewan ini sepenuhnya hidup dalam air.
Baca Lainnya :
Kepala mereka dimahkotai dengan insang eksternal bercabang, struktur yang membantunya mengekstraksi oksigen dari air, menurut David Steen, ahli ekologi, mengatakan pada Live Science.
Siren reticulata pertama kali ditemukan pada abad ke-18 dan ke-19. Namun, sebelum mempelajarinya lebih lanjut, mereka hilang untuk waktu lama karena sulit dideteksi dan diamati di sungai keruh dan rawa, habitat alaminya di Amerika Serikat bagian tenggara.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~End Page~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Untuk menentukan apakah Siren berbintik itu spesies baru, para peneliti membutuhkan spesimen. Pada tahun 2009, David menangkap satu ekor dan pada tahun 2014, ilmuwan lain menangkap tiga ekor lagi.
Peneliti kemudian melakukan analisis DNA hewan dan struktur tubuh untuk menentukan bahwa mereka secara genetis fisik, berbeda dari spesie lain yang hidup di beberapa daerah.
Baca Lainnya :
"Kemungkinan, predator alami Siren reticulata adalah ular, bangau dan ikan predator," ujar David.
Namun, salamander raksasa menghadapi ancaman lebih mengerikan dari aktivitas manusia seperti pembangunan yang mengganggu habitatnya. Identifikasi salamander raksasa juga berfungsi sebagai pengingat bahwa ada spesies baru yang ditemukan.
"Ini adalah hewan besar yang ditemukan pada 2018. Mungkin, ada lebih banyak spesies untuk dipelajari dan kita harus melakukannya dengan cepat, sebelum mereka menghilang," jelasnya. [DF]
