Konten dari Pengguna

Dramatis, 33 Penambang Chili Berhasil Diselamatkan Setelah 69 Hari Terperangkap dalam Perut Bumi

Trubus ID

Trubus ID

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Trubus.id -- Puluhan penambang diperkirakan terperangkap longsoran material tanah dan batu dalam lubang galian tambang emas di Desa Bakan, Kabuaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa (26/2) pukul 21.00 WITA. Data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprakirakan, sekitar 60 penambang belum diketahui status hidupnya hingga Rabu  (27/2). 

Longsornya tambang emas ilegal tersebut tentunya menyita perhatian publik dan menjadi sorotan media massa. Karena penanganan evakuasi masih terbilang lambat dan belum sepenuhnya ditangani secara prosedural dan profesional.  

Kejadian runtuhnya lokasi tambang emas bukan yang pertama kali terjadi. Yang paling fenomenal dan tak terlupakan adalah proses penyelamatan 33 pekerja tambang yang terjebak di ruang bawah tanah, lokasi tambang emas dan tembaga San Jose, Chili. Semua korban dievakuasi hidup-hidup setelah proses penyelamatan selama 69 hari yang terjadi  yang terjadi pada 2010 lalu. 

Baca Lainnya : 60 Orang Masih Terperangkap Reruntuhan Galian Tambang Emas di Bolaang Mongondow, Sulut

Kisah ini  telah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Patricia Riggen dalam film "The 33" dan  mendapatkan penghargaan dan apresiasi dunia. Alasannya, semangat  patriotisme  Presiden Chili, Sebastian Pinera menjadi latar  belakang penyelamatan yang mengeluarkan biaya mahal di tengah krisis mendera.  

Saat kejadian, Presiden Chili, Sebastian Pinera sendiri beberapa kali terjun langsung ke lokasi memantau proses pengeboran. Dirinya yakin proses penyelamatan akan berhasil mengingat peralatan yang digunakan cukup canggih dan memadai. Proses penyelamatan ini sendiri memakan biaya sebesar hingga US$ 20 juta.

Baca Lainnya : Tebing Curam Halangi Proses Penyelamatan Korban Longsor Tambang Emas Bolaang Mongondow

Berikut kronologi penyelamatan 33 pekerja tambang di Chile nyaris 9 tahun silam: 

  • 5 Agustus 2010, mendekati waktu makan siang, lokasi pertambangan emas dan tembaga San Jose di Chili runtuh dan 33 pekerja tambang terperangkap di ruang bawah tanah. Belum bisa dipastikan kondisinya, karena tak ada alat komunikasi yang terhubung ke dalam ruang bawah tanah.
  • 6 Agustus 2010, 130 tim penyelamat diturunkan dan mulai menggali lewat lubang ventilasi terowongan. Menteri pertambangan Laurence Golborne membatalkan kunjungannya ke Ekuador dan langsung menuju lokasi tambang, memimpin aksi penyelamatan.
  • 7 Agustus 2010, Lokasi terowongan berada 2.297 kaki di bawah tanah atau sekitar setengah mil. Para penyelamat menghentikan penggalian di rute pertama.
  • 8 Agustus 2010, Para tim penyelamat mulai membor lubang selebar 5 inci, mencoba menebak lokasi hilangnya para pekerja tambang.
  • 19 Agustus 2010, tim penyelamat mencapai lokasi tambang yang diyakini tempat para pekerja berada. Sayangnya belum mencapai ruang bawah tanah dan belum ada tanda-tanda para pekerja tambang.
  • 22 Agustus 2010, terdengar langkah kaki di penggalian sedalam 2.260 kaki. Ketika bor ditarik keluar, ada sebuah catatan menempel yang bertuliskan "Kami, 33 orang di dalam sini, baik-baik saja". Para pekerja tambang hanya punya ruang 1 km sepanjang terowongan berbagi tempat makan dan tidur.
  • 23 Agustus 2010, makanan, air dan obat-obatan di turunkan bersama dengan tablet dehidrasi dan gel glukosa penambah energi. Butuh waktu satu jam untuk menurunkan makanan ke tempat para pekerja terperangkap.
  • 27 Agustus 2010, Video dari para pekerja tambang tentang bagaimana menghabiskan hari-hari di sana disiarkan pada para keluarga dan kerabat.
  • 31 Agustus 2010, Para pekerja mulai membor lubang uji coba pertama dengan bor seberat 31 ton.
  • 2 September 2010, Pengeboran ditunda beberapa jam karena adanya kesalahan geologim dan para teknisi tetap optimis menyelamatkan para pekerja.
  • 10 September 2010, Bor minyak besar tiba di lokasi pengeboran. Tim penyelamat mengupayakan 3 rencana yaitu, Rencana A: Mengebor langsung di atas lokasi terjebaknya para pekerja tambang sedalam 2.300 kaki (701 meter). Rencana B: Menggali lubang 80 derajat ke dalam area tambang yang digunakan untuk workshop mesin. Jaraknya 2.034 kaki (620 meter) dari sana. Rencana C: Pengeboran batu dan tanah lewat rute 1.969 kaki (600 meter)
  • 14 September 2010, rencana B diulang kembali setelah sempat dihentikan.
  • 17 September 2010, Rencana B, pengeboran berdiameter 12 inci mencapai lokasi terjebaknya 33 pekerja tambang. Rencana A dihentikan. Rencana C segera dilakukan.
  • 25 September 2010, tiga kapsul pertama bernama Phoenix tiba di lokasi tambang. Kapsul seberat 420 kg dilukis dengan warna bendera Chiil. Kapsul berdiameter 12 inci ini dilengkapi ruang udara, alat komunikasi dan monitor.
  • 30 September 2010, para pekerja tambang berolahraga dipimpin oleh seorang trainer lewat sistem konferensi video. Diet dan olahraga penting agar bisa dimuat masuk ke dalam kapsul.
  • 7 Oktober 2010, Hanya dalam waktu 12 jam, lewat rencana B, 53 meter ke dalam bisa dibor. Hanya 89 meter lagi, jarak kapsul dan para pekerja yang terjebak.
  • 13 Oktober 2010, Pekerja tambang pertama bernama Florencio Avalos berhasil diselamatkan pukul 00.11 dini hari waktu setempat. 22,5 jam kemudian penambang terakhir berusia 54 tahun, Luis Urzua berhasil dievakuasi, di sampingnya Presiden Chili, Pinera menyanyikan lagu kebangsaan Chili. [RN]