Jaguar Segera Punah Gara-gara Dijual Jadi Obat Kuat

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Awal tahun ini, tim di World Animal Protection (WAP) menyelidiki perburuan ilegal jaguar di Suriname, sebuah negara kecil di Amerika Selatan. Apa yang mereka dapati sangat mengejutkan. Jaguar, yang dikenal karena sulit ditangkap dan totol-totol indah pada bulunya, diburu keluar dari hutan dan dijual ke perantara dengan harga US$260 (Rp3,9 juta).
Karena banyak orang hidup dalam kemiskinan ekstrem di Suriname, Rp3,9 juta merupakan uang yang banyak. Cukup untuk membayar uang muka sebuah mobil baru. Tetapi laba nyata dibuat oleh perantara, yang menjual jaguar ke toko-toko China dengan harga sekitar US$2.000 hingga US$3.000 per hewan.
Sayangnya, jaguar sangat dihargai dalam pengobatan tradisional China. Tubuh mereka dicincang, direbus dan dikeringkan untuk menghasilkan pasta aneh yang dipercaya bisa menyembuhkan nyeri radang sendi, meningkatkan kinerja seksual dan berbagai manfaat kesehatan lainnya.
Perburuan liar jaguar di Suriname. Foto: The Dodo.
Gigi dan cakar Jaguar juga dijual sebagai perhiasan dan dekorasi dengan harga US$1.200 setara Rp18 juta untuk satu buah gigi emas. Di komunitas China dan Filipina di Suriname, daging jaguar sangat diidam-idamkan, sering dibuat menjadi sup. Bahkan, tulang jaguar dapat digunakan untuk membuat anggur.
Hal yang sama dilakukan terhadap harimau, di mana tubuhnya direbus dan diubah menjadi anggur harimau. Kebutuhan akan bagian-bagian tubuh jaguar ini adalah masalah kesejahteraan hewan besar, menurut Nicholas Bruschi, penasihat investigasi untuk WAP.
Baca Lainnya : Miris, Satu dari Dua Jaguar Terakhir di Amerika Telah Terbunuh
"Mereka ditembak beberapa kali. Tiga, empat, lima, enam, tujuh kali dan butuh waktu lama untuk mati," kata Nicholas kepada The Dodo.
Jika pemburu membunuh induk jaguar dengan anaknya, biasanya mereka akan mengambil anak jaguar dan menjualnya sebagai hewan peliharaan kepada pengusaha kaya yang ingin mempertahankannya sebagai simbol status.
Tidak mengherankan jika anak-anak jaguar tidak dirawat dengan baik. Mereka diberi makanan yang tidak memadai seperti susu sapi atau gula dan air dan disimpan dalam kandang kecil. Ketika anak-anak jaguar terlalu sulit ditangani, mereka biasanya dibunuh untuk diambil dagingnya.
Baca Lainnya : Keberhasilan Konservasi Jaguar Sangat Bergantung pada Kebijakan Pemerintah
Perburuan ilegal jaguar, yang telah didokumentasikan di Suriname, Guyana, Brasil dan Bolivia, memiliki efek yang merugikan pada kelangsungan hidup spesies. Diperkirakan, tinggal 173.000 jaguar yang hidup di alam liar di seluruh Amerika Tengah dan Selatan. Tidak heran jika Uni Internasional untuk Pelestarian Alam (IUCN) mengklasifikasikan jaguar sebagai binatang hampir terancam.
Selain perburuan, ancaman terhadap jaguar termasuk kehilangan habitat dan deforestasi, serta penembakan balas dendam ketika jaguar menyerang ternak untuk makanan. Jika jaguar tidak diberikan perlindungan yang layak mereka dapatkan dan perburuan ilegal tidak dihentikan, Nicholas khawatir populasi jaguar akan terus menurun, mirip dengan bagaimana populasi harimau dan singa telah sangat berkurang di alam liar. [DF]
