Jati Farm, Taman Instagenik di Tengah Ibukota Provinsi Banten

Media online kekinian yang menyajikan informasi seputar gaya hidup hijau yang ramah lingkungan dan peristiwa terkait alam, lingkungan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat untuk bumi kita yang lebih hijau dan lestari
Tulisan dari Trubus ID tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Trubus.id -- Jati Farm, taman wisata yang berada di Lingkungan Lembu, Desa Banjar Sari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten akhir-akhir ini viral di media sosial. Memang sekilas taman seluas 8,5 hektar ini memiliki kemiripan dengan taman pinus yang berada di Lembang, Bandung. Namun di Kota Serang taman ini ditanami pohon jati.
Meskipun begitu, taman yang baru dikelola sejak bulan Februari 2018 ini, tak kalah indah dengan taman-taman yang ada di luar Kota. Banyak fasilitas menarik yang jadi daya pikat taman yang sedang bersolek ini. Tiap pengunjung bisa menyaksikan pemandangan ratusan Jati berjejer rapi.
Taman ini pun dilengkapi dengan fasilitas pemancingan yang luas, taman bermain anak-anak, ruang rapat dengan tema alam dan juga yang paling penting resto dengan harga terjangkau.
Untuk yang hobi mancing, taman ini sangat cocok, sebab selain mancing, pengunjung akan menikmati sejuknya udara yang menyelip dari ratusan jati jenis emas tersebut. Taman yang terletak di jantung Kota madani ini bisa jadi alternatif warga Kota Serang yang ingin melepas penat di tengah hiruk pikuk panasnya kehidupan di Kota.
Taman milik mantan Kapolres Serang periode 2001-2003 ini masih gratis. Pengunjung hanya dikenakan biaya bayar parkir saja, itu pun gak dipatok. Yang terpenting pengunjung bisa menjaga kebersihan dan tertib saat berkunjung ke Jati Farm.
Selamat Suprodjo (70), warga Lingkungan Lembu, Desa Banjar Sari, Kecamatan Cipocok Jaya ini mengaku senang dapat menciptakan taman di tengah Kota Serang. Ia menceritakan taman ini merupakan impianya sejak kecil bersama saudaranya Jati Wiyono.
"Taman ini saya kelola dan tata sendiri bersama keluarga. Jadi harap maklum jika masih banyak kekurangan dari segi tempat dan pelayanan. Karena tempat ini juga masih proses penataan. Jadi bertahap lah," tutur Slamet kepada Trubus.id, Minggu (23/9).
Ia berharap ke depan taman Jati Farm ini dapat lebih terawat dan terpelihara dengan baik. Masyarakat sekitar juga harus ikut bangga karena taman ini jadi tempat wisata baru untuk masyarakat.
"Saya ingin mendatangkan orang-orang yang ingin berlibur di Kota Serang. Sebab Warga Serang kebanyakan pengen liburan harus pergi jauh, nah makanya saya buat desain sedemikian rupa agar hutan di tengah Kota Serang ini jadi solusi warga," harapnya. [KW]
